Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Malang Hari Ini, 300 Mahasiswa Siap Turun ke Jalan
MALANG, iNewsMalang.id - Kawasan Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang bakal menjadi titik demonstrasi mahasiswa, Rabu (21/10/2026). Sekitar 300 mahasiswa dijadwalkan turun ke jalan untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi yang dimotori Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu itu dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB. Sebanyak 220 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Ada tujuh tuntutan yang dibawa mahasiswa. Persoalan ekonomi, kerusakan lingkungan, demokrasi, hingga pelanggaran hak asasi manusia (HAM) menjadi sorotan.
Humas Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu M Eko mengatakan, demonstrasi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah selama dua tahun terakhir.
“Kami juga menyoroti berbagai hal yang perlu dievaluasi, mulai dari masalah lingkungan, demokrasi, HAM, hingga hukum,” katanya.
Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta pemerintah menangani krisis ekologis dan memulihkan kerusakan lingkungan. Mereka juga menyoroti persoalan upah, ketersediaan lapangan pekerjaan, dan harga kebutuhan masyarakat.
Tuntutan lainnya menyangkut reforma agraria, peningkatan subsidi, serta penindakan terhadap pelanggaran HAM.
Sementara itu, Polresta Malang Kota mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama demonstrasi berlangsung. Terutama di sekitar Jalan Tugu yang menjadi akses menuju Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang.
Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin mengatakan, sebanyak 165 polisi diterjunkan dalam pengamanan tersebut. Mereka dibantu 10 personel Kodim 0833 dan petugas dari Pemkot Malang.
Total personel gabungan yang disiapkan mencapai 220 orang. Jumlah tersebut disesuaikan dengan perkiraan massa yang mengikuti aksi.
“Pengamanan harus dilakukan secara maksimal agar kegiatan berlangsung tertib,” ujar Lukman mewakili Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi.
Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Tugu. Namun, pengalihan arus tidak langsung diberlakukan.
Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan pergerakan massa.
Pengendara yang hendak melintasi kawasan Balai Kota Malang disarankan mencari jalur alternatif untuk menghindari potensi kemacetan selama demonstrasi berlangsung.
Editor: Ryan Haryanto