Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran TPA Supit Urang Malang Meluas hingga 15,5 Hektare, Asap Masih Mengepul
Advertisement . Scroll to see content

Modifikasi Cuaca di Jawa Timur Mulai Berhasil, Hujan Guyur Malang hingga Surabaya

Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:29 WIB
  • author Afifuddin Muhammad
Modifikasi Cuaca di Jawa Timur Mulai Berhasil, Hujan Guyur Malang hingga Surabaya
Kota Malang. (Foto: iNews Malang/ist)

SURABAYA, iNewsMalang.id - Operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jawa Timur mulai menunjukkan hasil. Hujan mengguyur sejumlah wilayah, mulai Malang, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, hingga Surabaya dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut turunnya hujan menjadi perkembangan positif dalam upaya mengatasi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Alhamdulillah OMC sudah mulai kelihatan ada hasilnya,” kata Emil, Selasa (27/10/2026).

Meski demikian, keberhasilan modifikasi cuaca tidak selalu bisa dipastikan. Menurut Emil, penyemaian awan sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat.

Sebab, tidak semua awan dapat disemai untuk menghasilkan hujan. Kondisi tersebut membuat sejumlah operasi sebelumnya belum membuahkan hasil sesuai harapan.

Selain mengandalkan hujan buatan, Pemprov Jatim masih berupaya memadamkan kebakaran melalui operasi darat dan udara.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupayakan tambahan helikopter untuk melakukan water bombing atau pemadaman menggunakan air dari udara.

Namun, ketersediaan armada menjadi kendala. Sejumlah helikopter yang bisa disewa masih digunakan untuk menangani kebakaran di wilayah lain.

Emil mengatakan, pemadaman harus dilakukan sedini mungkin. Titik api yang masih kecil perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran lebih luas.

“Bukan saja untuk karhutla, tetapi Ibu Gubernur dan Kepala BNPB juga berupaya memadamkan titik-titik api sekecil apa pun,” ujarnya.

Di tengah upaya pemadaman, keselamatan petugas juga mendapat perhatian. Saat meninjau penanganan kebakaran di kawasan Gunung Arjuno, Emil memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi personel.

Perlindungan tersebut tidak hanya menyangkut keselamatan fisik. Kondisi psikologis petugas yang menghadapi situasi berbahaya juga perlu diperhatikan.

Penanganan serupa dilakukan terhadap personel yang terlibat dalam pemadaman kebakaran di kawasan Bromo Tengger Semeru.

Melalui program pemulihan pascatrauma dan pendampingan psikososial, sejumlah personel mendapat rekomendasi untuk menjalani pemulihan sebelum kembali bertugas.

Sementara itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Terutama membakar sampah, jerami, maupun sisa hasil panen di lahan terbuka.

Emil mengingatkan, api dari pembakaran tersebut berisiko merambat ke lahan lain, terutama saat kondisi lingkungan masih kering.

Aktivitas pendakian di kawasan rawan kebakaran juga masih ditutup sementara untuk mengurangi risiko.

Pemprov Jatim berharap hujan yang mulai turun, disertai pemadaman darat dan pengerahan helikopter, dapat membantu mengendalikan kebakaran di sejumlah wilayah.

Meski begitu, efektivitas operasi modifikasi cuaca tetap bergantung pada kondisi alam, terutama ketersediaan awan yang memungkinkan dilakukan penyemaian.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut