get app
inews
Aa Read Next : Diduga Makam Ritual Pesugihan Ditemukan Warga Bojonegoro Tepat di Bulan Suro

Bidan Muda Hamil 8 Bulan Nekat Bunuh Diri Loncat dari Jembatan Kaliketek, Bojonegoro

Minggu, 01 Mei 2022 | 09:42 WIB
header img
Bidan muda hamil tua nekat bunuh diri, loncat dari atas jembatan Kaliketek (Foto: Ist)

BOJONEGORO, iNewsMalang.id - Bidan muda berinisial AL (31) menggemparkan warga di sekitar Jembatan Kaliketek, Kabupaten Bojonegoro. Bidan yang dalam kondisi hamil muda ini, nekat bunuh diri meloncat dari atas Jembatan Kaliketek, ke Sungai Bengawan Solo.

Namun, aksi percobaan bunuh diri tersebut terekam kamera ponsel warga. Terlihat AL tengah hanyut di Sungai Bengawan Solo, ia tampak timbul tenggelam di tengah derasnya arus Sungai Bengawan Solo yang deras. Tak berselang lama, sebuah perahu penambang pasir yang berada di lokasi kejadian menyelamatkan nyawanya.

Korban dievakuasi ke tepi sungai dengan dibungkus kain jarik untuk menghangatkan tubuhnya. Di tepi sungai beberapa warga berupaya memberikan penyelamatan pertama, sebelum dievakuasi ke rumah sakit. Sontak saja aksi AL ini mengejutkan banyak pengendara jalan dan warga sekitar Jembatan Kaliketek yang melintas.

Kanitreskrim Polsek Bojonegoro, Ipda Sena Susanto membenarkan upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang perempuan di Jembatan Kaliketek, pada Sabtu (30/4/2022) siang. Awalnya korban meminta untuk diantarkan ke tukang pijat kandungan. Usai pijat, AL meminta untuk diantar membeli makanan di sekitaran Jembatan Kaliketek Bojonegoro.

"Korban langsung turun dari motor dan menceburkan dirinya ke Sungai Bengawan Solo dari atas jembatan. Kejadiannya siang tadi," ucap Sena Susanto. Korban lantas ditolong oleh penambang pasir yang ada di sekitar lokasi kejadian. Terlihat korban yang lemas dievakuasi ke tepi sungai selanjutnya dilarikan ke RSUD dr. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

Dijelaskan Susanto, korban diketahui tengah menderita gangguan kejiwaan dan mengandung bayi delapan bulan. Hasil ini berdasarkan keterangan dari petugas medis yang menangani korban di rumah sakit. "Kita mendapatkan keterangan dari petugas medis, bahwa korban mengalami gangguan jiwa dan masih menjalani pengobatan.

Dan untuk kondisi saat ini korban mengalami trauma dan tidak ada luka fisik dan kondisi korban hamil delapan bulan," bebernya. Humas RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo, Thomas Djaja menyebut, kondisi korban dan kandungannya sudah berangsur-angsur membaik. "Sudah membaik, semuanya (ibu dan kandungannya) baik-baik," pungkasnya. iNews Malang

 

Editor : Arif Handono

Follow Berita iNews Malang di Google News Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut