MALANG, iNews.ID - Persebaya Surabaya dihadapkan pada jadwal padat dengan dua laga tandang beruntun dalam lanjutan Super League 2025/2026. Bajul Ijo harus lebih dulu bertolak ke Ternate menghadapi Malut United di Stadion Kie Raha pada Kamis (23/4/2026) malam, sebelum melanjutkan laga tandang berikutnya melawan Arema FC pada Selasa (28/4/2026).
Situasi ini datang saat performa Persebaya belum stabil. Tim asal Surabaya itu baru saja menelan dua kekalahan beruntun, termasuk hasil 1-2 dari Madura United di laga terakhir.
Catatan tandang mereka juga belum membaik. Dalam tiga laga tandang terakhir, Persebaya selalu gagal meraih poin—kalah 3-1 dari Persijap, dihajar Borneo FC 5-1, dan takluk 3-0 saat melawan Persija Jakarta.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui tantangan yang menanti timnya tidak ringan. Apalagi, dua lawan yang akan dihadapi dikenal memiliki kekuatan kompetitif di kandang.
“Kami memiliki kesempatan untuk memperbaiki hasil di pertandingan selanjutnya. Ini tidak akan mudah, karena dua kali kami akan bermain tandang melawan tim-tim kuat, Malut dan Arema FC,” kata Bernardo Tavares.
Meski demikian, Persebaya masih memiliki bekal positif saat menghadapi Malut United. Pada pertemuan putaran pertama, Bajul Ijo mampu menang 2-1 saat bermain di kandang sendiri.
Laga kontra Arema FC dipastikan menyedot perhatian besar suporter, mengingat duel tersebut merupakan Derby Jawa Timur. Namun, kepastian venue pertandingan masih belum final. Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang semula dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan, mendapat penolakan dari sejumlah pihak.
Terkait situasi itu, Tavares memilih tetap fokus pada persiapan tim. Ia tidak ingin polemik di luar lapangan mengganggu konsentrasi pemain menjelang dua laga krusial tersebut.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
