Tak hanya diuji di laboratorium, simulasi beban desain juga dilakukan langsung di lapangan. Panel kaca diuji dengan dinaiki delapan orang dewasa secara bersamaan. Simulasi lain menggunakan bantalan karet berbobot berat sebagai representasi beban operasional.
“Hasilnya impresif, tidak ditemukan adanya retak maupun kerusakan sekecil apa pun pada material kaca selama pengujian berlangsung,” imbuh Agung.
Agung menyebut, secara desain jembatan tersebut memiliki umur rencana hingga 50 tahun. Angka itu jauh lebih panjang dibandingkan jembatan gantung konvensional yang umumnya dirancang dengan usia layanan sekitar 20 tahun.
“Kalau secara desain secara umum, jembatan ini didesain dengan kekuatan 50 tahun. Berbeda dengan jembatan gantung biasa yang umumnya hanya didesain untuk 20 tahun sesuai pedoman yang ada,” jelasnya.
Meski demikian, Agung menegaskan bahwa umur layanan tersebut tetap bergantung pada pemeliharaan yang konsisten. Komponen pendukung seperti jaring pengaman, safety walk, sealant sambungan kaca, hingga lapisan cat pelindung harus mendapat perhatian secara berkala agar tidak memengaruhi struktur utama.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
