MALANG, iNewsMalang.id - Upaya pemadaman Kebakaran Gunung Bromo terus dilakukan secara masif melalui jalur udara dan darat. Sebanyak tiga unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik api di area lereng curam yang mustahil diakses oleh tim pemadam darat.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung lokasi penanganan Kebakaran Gunung Bromo di kawasan Bromo, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). Ia menyampaikan ketiga helikopter tersebut telah beroperasi sejak dua hari lalu demi mempercepat pemadaman.
“Ada tiga helikopter yang sudah beroperasi dari dua hari lalu, mohon doanya supaya cuaca tetap baik sehingga api bisa dipadamkan, terutama di lereng yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” ujar Raja Juli saat meninjau langsung lokasi kejadian.
Gus Haris dan Menhut Raja Juli meninjau langsung penanganan Kebakaran Gunung Bromo. (Foto: INews Malang/Ryan Haryanto)
Raja Juli menjelaskan, target pelaksanaan water bombing dipatok sebanyak 30 kali pengeboman air per hari. Cuaca cerah pada hari Minggu sangat membantu mengoptimalkan jarak pandang dan pergerakan helikopter.
“Alhamdulillah hari ini cerah. Tadi operasi water bombing-nya bisa berjalan lebih baik. Targetnya 30 kali sehari. Sampai siang tadi sudah 20 kali, sisa 10 lagi. Pokoknya operasi ini sampai api padam total,” tegas Raja Juli.
Selain pemadaman udara, tim gabungan di jalur darat juga telah membuat sekat bakar (firebreak) sepanjang enam kilometer untuk mengantisipasi perambatan api. Kencangnya hembusan angin dan tingginya kemiringan lereng sempat menyebabkan fenomena api “loncat” hingga meluas.
Untuk menata manajemen krisis, pemerintah telah membentuk incident commander guna mempermudah koordinasi seluruh elemen di lapangan.
Hingga Sabtu malam, total luasan lahan vegetasi yang hangus terbakar dilaporkan mencapai 520 hektar.
Penyebab Kebakaran Gunung Bromo Diduga Akibat Aktivitas Manusia
Mengenai pemicu awal kebakaran, Menhut Raja Juli menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Ia menegaskan penegak hukum tidak akan segan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian.
“Siapa pun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan mendapatkan hukuman setimpal,” katanya.
Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menduga titik awal api berasal dari Blok Bantengan sejak Jumat (7/8/2026). Di lokasi tersebut terdapat jalur tradisional atau jalan tembusan yang menghubungkan Desa Arjosari dengan Ranu Pani.
Diduga kuat, ada aktivitas manusia yang membuat perapian untuk menghangatkan diri di tengah cuaca dingin, namun tidak memadamkannya secara sempurna. Kondisi vegetasi yang sangat kering akibat fenomena kemarau El Nino membuat api dengan cepat membesar.
Dampak Kebakaran Gunung Bromo Memukul Sektor Pariwisata
Bupati Probolinggo, dr Mohammad Haris (Gus Haris), mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menjadikan peristiwa Kebakaran Gunung Bromo ini sebagai pelajaran berharga. Kebakaran Bromo tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga menghentikan roda perekonomian lokal.
“Pemicu sekecil apa pun bisa menyebabkan hal besar seperti ini. Betapa susahnya kita memadamkannya. Masyarakat terganggu, pegiat pariwisata jadi off dulu penghasilannya. Pekerja teman-teman jip juga off, semuanya berdampak ekonomi sangat besar,” ungkap Gus Haris.
Ia meminta seluruh pihak untuk saling mengingatkan dan tidak sekali-kali menyalakan api sembarangan di dalam area kawasan hutan Taman Nasional.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
