MALANG, iNewsMalang.id - Sepatu menjadi salah satu perlengkapan penting saat mendaki gunung. Bukan hanya melindungi kaki dari medan berbatu dan licin, kondisinya juga menentukan kenyamanan pendaki selama perjalanan.
Karena itu, pendaki berpengalaman biasanya tidak sembarangan menaruh sepatu ketika beristirahat di area camp. Sepatu kerap dibungkus menggunakan kantong plastik, kemudian disimpan di dalam tenda.
Cara tersebut mungkin terlihat sepele. Namun, menyimpan sepatu di dalam tenda ternyata memiliki sejumlah manfaat, terutama untuk menjaga kondisinya sebelum kembali digunakan menuju puncak atau turun ke basecamp.
Berikut empat alasan pendaki memilih menyimpan sepatu di dalam tenda saat bermalam di gunung.
1. Melindungi Sepatu dari Hujan dan Embun
Cuaca di gunung bisa berubah dengan cepat. Hujan dapat turun sewaktu-waktu, sementara suhu yang semakin rendah pada malam hari memicu munculnya embun.
Sepatu yang diletakkan di luar tenda berisiko terkena tempias hujan maupun embun. Kondisi itu tetap bisa terjadi meski pendaki telah memasang flysheet.
Sepatu yang basah tentu tidak nyaman digunakan. Selain terasa berat, kondisi lembap dan dingin juga dapat mengganggu kaki ketika pendakian dilanjutkan.
Menyimpan sepatu di dalam tenda menjadi salah satu cara untuk menjaganya tetap kering. Sepatu biasanya dibungkus terlebih dahulu agar lumpur dan kotoran tidak masuk ke area tidur.
2. Mencegah Hewan Masuk ke Dalam Sepatu
Sepatu yang dibiarkan di luar juga berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan kecil. Lubang sepatu yang gelap dan terlindungi dapat menarik serangga atau hewan seperti kelabang dan kalajengking.
Risikonya muncul ketika pendaki langsung memakai sepatu tanpa memeriksa bagian dalamnya. Gigitan atau sengatan tentu dapat mengganggu perjalanan, terlebih jika lokasi camp jauh dari fasilitas kesehatan.
Karena itu, sepatu sebaiknya disimpan dalam kantong tertutup. Pendaki juga tetap perlu memeriksa bagian dalam sepatu sebelum memakainya kembali.
3. Mengurangi Risiko Sepatu Hilang
Meninggalkan sepatu di luar tenda juga membuat barang tersebut sulit diawasi saat pendaki tidur.
Selain risiko diambil orang, sepatu bisa berpindah karena aktivitas hewan di sekitar lokasi camp. Bau yang menempel pada sepatu juga dapat menarik perhatian satwa tertentu.
Kehilangan sepatu di tengah pendakian tentu bukan persoalan kecil. Tanpa alas kaki yang memadai, pendaki akan kesulitan melewati jalur berbatu, licin, maupun terjal.
Membawa sepatu masuk ke dalam tenda membuat perlengkapan tersebut lebih mudah diawasi sekaligus terlindungi selama pendaki beristirahat.
4. Menjaga Sepatu Tetap Nyaman untuk Summit Attack
Banyak pendaki memulai summit attack pada dini hari untuk mengejar matahari terbit dari puncak. Pada waktu tersebut, suhu gunung biasanya terasa sangat dingin.
Sepatu yang dibiarkan semalaman di luar bisa menjadi dingin dan lembap. Materialnya juga dapat terasa lebih kaku sehingga kurang nyaman ketika langsung dipakai berjalan.
Menyimpan sepatu di dalam tenda membantu mengurangi paparan embun, angin, dan udara dingin secara langsung. Sepatu pun lebih siap digunakan ketika pendaki harus melanjutkan perjalanan.
Namun, sepatu sebaiknya tidak langsung diletakkan di area tidur. Bersihkan terlebih dahulu kotoran yang menempel, kemudian masukkan ke kantong plastik atau wadah lain agar bagian dalam tenda tetap bersih.
Kebiasaan sederhana tersebut bisa membantu menjaga sepatu tetap kering, aman, dan nyaman digunakan. Terlebih, sepatu merupakan salah satu perlengkapan utama yang dibutuhkan hingga pendaki kembali turun ke basecamp.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
