Jejak Api Bromo Terbaca dari Orbit, Satelit Rekam Titik Panas hingga Vegetasi Rusak

Taufik Hidayat
Perbandingan citra Sentinel-2 Bromo sebelum dan sesudah kebakaran menunjukkan perubahan tutupan vegetasi. (Foto: Dok. BIG)

MALANG, iNewsMalang.id - Kebakaran Gunung Bromo sepanjang awal hingga pertengahan Agustus jejaknya belum hilang. Dari ratusan kilometer di atas permukaan bumi, satelit masih menangkap perubahan wajah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Hamparan vegetasi yang sebelumnya terlihat seragam berubah warna. Di sejumlah titik, karakter permukaan tak lagi sama. Sementara rekaman aktivitas panas menunjukkan bagaimana api bergerak dan muncul di beberapa bagian kawasan dari waktu ke waktu.

Jejak itu dibaca melalui kombinasi citra Sentinel-2 dan data active fire VIIRS (Visible Infrared Imaging Radiometer Suite). Data tersebut kemudian diolah menggunakan Piksel, platform pengolah data geospasial hasil kolaborasi Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Geoscience Australia.

BIG membandingkan citra Bromo sebelum dan sesudah kebakaran. Rekaman pada 2 Agustus 2026 digunakan sebagai gambaran kondisi sebelum api muncul. Sedangkan citra 22 Agustus memperlihatkan wajah kawasan setelah rangkaian kebakaran melanda. Perbedaannya terlihat cukup jelas.

Sebelum kebakaran, tutupan vegetasi di sejumlah bagian Bromo tampak relatif seragam. Setelah api melintas, beberapa area menunjukkan perubahan rona dan karakter spektral. Perubahan itu menjadi penanda adanya vegetasi yang terbakar atau mengalami kerusakan.

Namun, citra permukaan belum bisa menjawab seluruh cerita.

Satelit memang dapat menunjukkan bekas yang ditinggalkan api. Tetapi, untuk mengetahui kapan aktivitas kebakaran muncul dan bagaimana persebarannya, BIG menggunakan data active fire dari VIIRS.

Data tersebut merekam anomali termal yang terdeteksi satelit. Titik-titik panas kemudian dipetakan berdasarkan lokasi dan waktu kemunculannya.

Hasilnya, jejak aktivitas panas di Bromo bisa ditelusuri secara bertahap.

Pada 2-4 Agustus, satelit mulai menangkap aktivitas panas. Persebarannya kemudian terus dipantau pada periode 5-8 Agustus, 9-12 Agustus, hingga 13-18 Agustus.

Artinya, kebakaran Bromo tidak hanya meninggalkan bekas di daratan. Pergerakan aktivitas panasnya juga tersimpan dalam rekaman data dari orbit.

Direktur Pemetaan Tematik BIG Gatot Haryo Pramono menjelaskan, dua jenis data itu saling melengkapi dalam membaca peristiwa kebakaran.

“Sentinel-2 membantu mengidentifikasi bagian kawasan yang mengalami perubahan, sedangkan data active fire membantu menunjukkan kapan dan di mana aktivitas panas terdeteksi,” katanya.

Di dalam platform Piksel, titik-titik panas tersebut tidak berhenti sebagai kumpulan koordinat. Sistem dapat menghubungkan titik berdasarkan kedekatan lokasi dan waktu untuk membentuk satu rangkaian peristiwa kebakaran atau fire event.

Dari sana, data yang semula berdiri sendiri bisa dirangkai menjadi kronologi.

Kapan api mulai terdeteksi. Di mana aktivitas panas muncul. Hingga bagian mana kawasan yang kemudian mengalami perubahan tutupan vegetasi.

Kebakaran di kawasan Bromo mulai terdeteksi sejak 3 Agustus lalu. Api melanda sejumlah titik, termasuk kawasan Watu Gede di Kabupaten Probolinggo, Jantur di Kabupaten Malang, dan di sejumlah titik kawasan wilayah Kabupaten Pasuruan.

Peristiwa itu sempat memaksa penutupan kawasan wisata Bromo. Pemadaman berlangsung berhari-hari dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur.

Kini, setelah api padam, pekerjaan berikutnya adalah membaca dampak yang ditinggalkan.

Teknologi pengindraan jauh membuka cara lain untuk melakukannya. Tanpa harus mendatangi setiap titik, perubahan kawasan dapat dipantau dari citra satelit.

Dari orbit, Bromo seolah menyimpan arsipnya sendiri.

Api telah padam. Asap sudah lama menghilang. Tetapi jejak panas, perubahan vegetasi, dan perjalanan kebakaran masih tertinggal dalam deretan data yang terus bisa dibaca.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network