Danrem Sisir Bekas Karhutla TNBTS, Pastikan Tak Ada Bara Tersisa

Ryan Haryanto
Danrem 083/Bdj sisir bekas karhutla TNBTS, pastikan bara tak kembali jadi api. (Foto: iNews Malang/Korem)

MALANG, iNewsMalang.id - Api memang sudah tak terlihat. Namun, penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum benar-benar selesai. Memasuki hari ke-14, petugas masih menyisir kawasan bekas kebakaran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu api baru.

Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan turun langsung ke Blok Pusung Duwur, Pasuruan, P-30, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/8/2026).

Medan terjal tak menghalangi penyisiran. Bersama personel, Danrem mengecek sejumlah titik yang sebelumnya dilalap api. Termasuk bagian kawasan yang sulit dijangkau dan masih dipenuhi material kering serta sisa vegetasi terbakar.

“Medan terjal bukan hambatan. Kita harus memastikan secara langsung bahwa bara-bara yang masih tersisa benar-benar padam,” tegasnya.

Kekhawatiran utama kini bukan lagi kobaran api. Melainkan bara yang masih bertahan di balik tumpukan material terbakar atau di dalam tanah.


Danrem 083/Bdj menyusuri medan terjal bekas karhutla TNBTS, mencari bara tersisa. (Foto: iNews Malang/Korem)

“Yang kita antisipasi adalah adanya bara yang masih hidup. Kalau bara ini terkena angin dan kondisi mendukung, bisa kembali menjadi api,” ujarnya.

Karhutla TNBTS hingga hari ke-14 telah berdampak pada 1.121,66 hektare kawasan. Area terdampak meliputi Argowulan 75,61 hektare, Bantengan Wetan 843 hektare, serta Dingklik, Pakis Bincil, Mungal, dan Kedalu 203,05 hektare.

Secara umum, api berhasil dipadamkan sejak Jumat (14/8/2026) lalu. Meski begitu, operasi darat belum dihentikan. Personel gabungan tetap melakukan penyisiran dan pendinginan, terutama di titik yang berpotensi menyimpan bara.

“Kita tidak boleh lengah. Pemantauan dan penyisiran tetap dilakukan, terutama di lokasi-lokasi yang memiliki potensi menyimpan bara,” katanya.

Petugas juga disiagakan untuk bergerak cepat jika kembali menemukan asap maupun titik bara. Penanganan segera diperlukan agar bara tidak berkembang menjadi kebakaran baru.

“Kalau ditemukan asap atau bara, personel harus segera melakukan tindakan agar tidak berkembang menjadi kebakaran baru,” lanjutnya.

Penyisiran dilakukan secara langsung meski kondisi medan curam dan sulit dilalui. Petugas mendekati titik-titik bekas kebakaran untuk memastikan tidak ada sumber api yang tersisa.

“Target kita bukan hanya api padam, tetapi seluruh wilayah benar-benar aman dan tidak ada lagi potensi api susulan,” pungkasnya.

Penanganan karhutla melibatkan personel TNI, Polri, BNPB, pengelola TNBTS, pemerintah daerah, relawan, dan unsur terkait lainnya. Mereka masih melakukan pemantauan di kawasan bekas kebakaran.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network