PROBOLINGGO, iNewsMalang.id - Kobaran api kembali muncul di kaldera Gunung Bromo, Kamis (27/8/2026). Medan curam tak membuat Dandim 0820 Probolinggo Letkol Arh Peppy Ribut Yudo Apriyanto memilih berada di belakang. Dia turun langsung ke lereng untuk memimpin pemadaman.
Api terpantau di kawasan Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Kobaran merambat di lereng menuju kawasan Apsara Bromo Cafe & Villa.
Akses menuju titik api menjadi persoalan utama. Tebing yang curam menyulitkan petugas mendekat. Belum lagi angin kencang yang membuat arah rambatan api cepat berubah.
Ribut bersama personel Kodim 0820 akhirnya menyusuri lereng untuk mendekati sumber api. Mereka harus memilih jalur yang paling memungkinkan agar selang pemadam bisa menjangkau kobaran.
Dalam proses itu, petugas dibantu Agung, 33, warga setempat. Pengalaman Agung di medan Bromo membuatnya dipercaya sebagai nozzleman. Dia memegang ujung selang sekaligus mengarahkan semprotan air ke titik api.
Agung bukan kali pertama membantu pemadaman di kawasan tersebut. Dia terbiasa naik turun lereng curam sehingga mengetahui akses menuju sejumlah titik yang sulit dijangkau petugas.
Personel Polres Probolinggo juga ikut berjibaku. Selain menggunakan selang pemadam, anggota memanfaatkan cara manual di lokasi yang masih bisa dijangkau. Ranting digunakan untuk memukul dan menghalau api agar tidak menjalar.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan kondisi kebakaran masih terkendali. Kebutuhan air untuk pemadaman juga relatif aman karena mendapat tambahan pasokan dari sejumlah hotel yang tergabung dalam PHRI.
“Pasokan air juga masih banyak dari teman-teman PHRI, dari hotel. Sudah berdatangan juga sehingga pasokan air insyaallah tercukupi,” kata Oemar.
Dandim Probolinggo turun langsung ke tebing, bantu padamkan kobaran api di Bromo. (Foto: iNews Malang/Ryah Haryanto)
“Saat ini kondisinya masih ada api, tapi insyaallah yang lainnya sudah mulai padam sehingga bisa kami fokuskan kepada titik itu,” ujarnya.
Medan curam dan angin kencang menjadi dua kendala yang paling dikhawatirkan. Petugas harus berhitung saat mendekati titik api karena salah langkah bisa membahayakan keselamatan.
“Kesulitannya untuk pemadaman ini yang pertama tebing, karena curam sekali sehingga sangat membahayakan. Kemudian angin. Anginnya terus terang sangat kencang sekali,” jelas Oemar.
Api dilaporkan muncul setelah subuh. Titik awalnya berada sebelum Jembatan Kaca, di sekitar kawasan Tengger Indah. Dari sana, kobaran merambat hingga mendekati kawasan tersebut.
Petugas pun berpacu dengan waktu. Api diupayakan sudah terkendali sebelum malam agar penanganan tidak semakin sulit.
“Mudah-mudahan hari ini bisa kita padamkan. Sehingga tidak ada kendala tambahan seperti malam dan lain sebagainya,” tandasnya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
