MALANG, iNewsMalang.id - Kebuntuan Arema FC akhirnya pecah setelah lebih dari satu jam pertandingan. Diego Landis menjadi pembuka kemenangan Singo Edan saat menghadapi RANS FC dalam laga uji coba di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (22/8/2026).
Bek Arema FC itu memanfaatkan kemelut di depan gawang RANS FC pada menit ke-64. Sepakan Landis membuat Andrika Fathir Rachman tak berdaya sekaligus mengubah skor menjadi 1-0.
Lima menit kemudian, Arema kembali mencetak gol. Kali ini Gustavo França yang menyelesaikan serangan Singo Edan untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Dua gol dalam waktu singkat tersebut menjadi pembeda pertandingan. Sebab, sepanjang babak pertama Arema sebenarnya lebih dominan. Namun, berbagai upaya yang dibangun Gustavo França dkk belum menghasilkan gol.
Salah satunya lewat tendangan bebas Gustavo França. Bola meluncur tipis di atas mistar gawang RANS FC.
Di sisi lain, RANS FC lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik. Tim besutan Kas Hartadi itu beberapa kali mencoba menyerang lewat sektor sayap. Vikrian Akbar dan Dedik Setiawan, yang pernah berseragam Arema, ikut berada dalam komposisi RANS FC.
Masalahnya, serangan tersebut kerap terhenti sebelum bola sampai kepada Jan Martin Hoel Andersen. Penyerang RANS FC itu tidak banyak mendapatkan suplai matang di area berbahaya.
Babak pertama pun berakhir tanpa gol. Situasi berubah setelah jeda. Kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain. RANS FC mulai berani memainkan bola lebih terbuka. Celah di belakang justru mulai muncul dan dimanfaatkan Arema.
Setelah gol Landis, permainan Singo Edan semakin agresif. Gustavo França akhirnya ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-69.
Arema FC sebenarnya punya peluang untuk memperlebar jarak. Betinho melepaskan tembakan keras pada menit ke-73. Namun, bola masih tepat mengarah ke kiper RANS FC.
RANS FC sempat mendapatkan peluang terbaiknya pada menit ke-79. M. Rafli melepaskan sepakan keras, tetapi Adi Satryo masih sigap mengamankan gawang Arema.
Menjelang laga berakhir, RANS FC mencoba meningkatkan tekanan. Arema FC memilih menjaga keunggulan. Sampai peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tetap bertahan.
Selain kemenangan, laga di Kanjuruhan itu juga menjadi panggung pengenalan Mauro Zijlstra sebagai amunisi anyar lini depan Arema.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
