MALANG, iNewsMalang.id - Kekeringan mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Malang mencatat telah menyalurkan 155.000 liter air bersih kepada warga di dua desa terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan pada 8–17 Agustus 2026. Dua wilayah yang mendapat suplai air bersih yakni Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Desa Tumpak Rejo, Kecamatan Gedangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
“Kami sudah menyalurkan 155.000 liter air bersih ke dua desa terdampak kekeringan,” ujar Sadono, Selasa (18/8/2026).
Total penerima manfaat mencapai 2.224 kepala keluarga (KK) atau 7.606 jiwa. Rinciannya, sebanyak 967 KK atau 3.611 jiwa berada di Desa Sumberagung. Sementara di Desa Tumpak Rejo terdapat 1.257 KK dengan total 3.995 jiwa.
Di Sumberagung, distribusi air berlangsung sejak 8 hingga 16 Agustus dengan total 80.000 liter. Selain untuk warga, suplai juga diberikan untuk mendukung kebutuhan operasional Puskesmas Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, sebanyak 15.000 liter selama 9–16 Agustus.
“Untuk Desa Tumpak Rejo, kami menyalurkan 60.000 liter air bersih sejak 12 hingga 17 Agustus 2026,” ujar Sadono.
BPBD Kabupaten Malang memprioritaskan penyaluran air ke permukiman warga, fasilitas kesehatan, dan sekolah. Pemkab juga mengatur titik suplai air serta pemanfaatan sumur dengan melibatkan organisasi perangkat daerah terkait hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Tak hanya dua desa tersebut, hasil survei kekeringan 2026 menunjukkan sejumlah wilayah lain juga berpotensi terdampak. Di antaranya Desa Puturejo, Sumberpetung, Sumberoto, Tambaksari, Kedungbanteng, Segaran, dan Gajarejo.
Pemetaan tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah penanganan sekaligus mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
