Usai Ikut Export Coaching, UMKM Kota Malang Raup Kenaikan Ekspor 100 Persen

Avirista Midaada
Wamendag RI lihat langsung inovasi UMKM Ayung Sportindo. Maju terus karya lokal. (Foto: iNews Malang/Avirista Midaada)

MALANG, iNewsMalang.id – Program pendampingan ekspor yang dijalankan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mulai menunjukkan hasil. Salah satunya terlihat pada Ayung Sportindo, UMKM asal Kota Malang yang berhasil meningkatkan nilai ekspor hingga dua kali lipat setelah mengikuti Export Coaching Program (ECP).

Keberhasilan itu ditinjau langsung Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri di lokasi usaha Ayung Sportindo, Jumat (24/7/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti efektivitas pelatihan yang digelar Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kemendag.

“Kami bersyukur karena hasil dari Export Coaching Program PPEJP Kementerian Perdagangan sehingga Ayung Sportindo ini mampu melakukan kegiatan ekspor,” kata Dyah Roro Esti Widya Putri.

Sebelum mengikuti pelatihan, peserta terlebih dahulu melalui proses kurasi dan standarisasi. Langkah itu dilakukan agar pelaku usaha memahami persyaratan yang harus dipenuhi untuk menembus pasar internasional. Dalam satu angkatan, program tersebut diikuti sekitar 30 UMKM.

Selain pembekalan teknis, Kemendag juga menggandeng Bank Jatim untuk memberikan pendampingan terkait administrasi ekspor, penyusunan dokumen, hingga membuka akses kepada calon pembeli dari luar negeri.

“Kebetulan kami ada perwakilan di lebih dari 33 negara dalam bentuk atase perdagangan maupun Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang merupakan mitra kami,” tuturnya.

Saat ini Ayung Sportindo yang memproduksi berbagai jaket keselamatan telah mengekspor produknya ke sejumlah negara di Asia, Eropa, hingga Amerika Selatan. Pasarnya meliputi Taiwan, Hongkong, Filipina, Malaysia, Singapura, Rusia, hingga Kolombia.

“Jadi ini luar biasa sekali, bentuk nyata bahwasanya program dari lokal ke global atau UMKM Bisa Ekspor itu nyata dan berhasil. Dan semoga ini bisa menjadi inspirasi untuk pelaku usaha lainnya,” ungkap dia.

Owner Ayung Sportindo Arsul Tsani mengatakan, pelatihan yang diikutinya berlangsung selama enam bulan. Program tersebut tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik mulai dari mencari calon pembeli, bernegosiasi, memasarkan produk melalui platform internasional, hingga menghitung kebutuhan kontainer untuk ekspor.

“Pelatihannya berlangsung selama 6 bulan, di mana setiap bulannya ada kelas intensif selama 3 hari. Pelatihannya dilaksanakan secara intensif dari pukul 08.00 pagi sampai 18.00 WIB selama 6 bulan. Menurut saya, program ECP (Export Coaching Program) ini adalah salah satu program pelatihan ekspor yang paling lengkap,” ujar Arsul Tsani.

Dampaknya, nilai ekspor Ayung Sportindo meningkat signifikan. Jika pada 2024 nilai ekspornya sekitar Rp 97 juta per tahun, setelah mengikuti pelatihan pada 2025 nilainya melonjak menjadi lebih dari Rp 200 juta.

“Setelah ikut pelatihan di tahun 2025, kami mengalami peningkatan sebesar 100 persen atau dua kali lipat, menjadi Rp 200 juta lebih,” pungkasnya.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network