Warisi Utang Ratusan Juta, Pria di Malang ini Sulap Rumput Desa Jadi Industri Hijau Nasional

Ryan Haryanto
Thobagus Nur Hubbi Al Arifin bangkit dari utang, sukses membangun industri rumput desa. (Foto: iNews Malang/Ryan H)

Video-video sederhana yang diunggahnya perlahan menarik perhatian publik hingga akhirnya viral pada 2022. Dari titik itulah usaha keluarga kembali bangkit. Bahkan, utang ratusan juta rupiah berhasil dilunasi sebelum ia menggenggam ijazah sarjana.

Karpet Hijau Berstandar FIFA

Di tangan Bagus, usaha ini tak lagi sekadar menampung rumput liar, tetapi berkembang menjadi budidaya profesional. Empat jenis rumput unggulan kini rutin dipanen dari ladang-ladang warga.

  • Rumput Gajah Mini, favorit untuk kawasan hunian karena mudah dirawat.
  • Zoysia Japonica (Rumput Jepang), bertekstur rapat seperti karpet sintetis dan banyak digunakan di kawasan perkotaan.
  • Zoysia Matrella Linmer, rumput premium berstandar FIFA yang menghiasi sejumlah stadion sepak bola nasional dengan harga mencapai Rp50.000 per meter persegi.
  • Rumput Golf, khusus untuk kebutuhan lapangan golf.

Siklus panennya pun tergolong cepat. Jika tebu membutuhkan waktu sekitar satu tahun dan jagung hanya bisa dipanen tiga kali dalam setahun, rumput taman sudah siap dipanen hanya dalam waktu 28 hari hingga satu bulan.

“Setiap hari pengeluaran rumput dari desa ini minimal 2.000 meter persegi. Pengirimannya sudah meluas dari Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga memasok kebutuhan lanskap Ibu Kota Nusantara (IKN),” jelasnya.

Editor : Ryan Haryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network