“Partilibur merupakan gerakan kolektif dari teman-teman di Jawa Timur. Banyak tim produksi yang terlibat berasal dari Jawa Timur dan kami juga memberi ruang bagi band-band lokal untuk tampil,” katanya.
Partilibur berawal dari Lumajang pada 16 Januari 2022. Mengusung tagline Suara Dari Timur, event tersebut tumbuh dari gerakan anak muda lokal dan perlahan berkembang menjadi salah satu festival musik yang memiliki basis penonton di Jawa Timur.
Selama empat tahun perjalanan, Partilibur telah menggelar tujuh konser, tiga festival besar, dan tiga festival budaya. Lebih dari 160 performer dan 100 UMKM pernah terlibat. Sementara jumlah penonton secara keseluruhan telah menembus lebih dari 36 ribu orang.
Perpindahan sebagian kegiatan ke Batu bukan berarti Partilibur meninggalkan Lumajang. Gahtan memastikan pihaknya tetap menyiapkan aktivasi dan konsep berskala lebih kecil di kota asal festival tersebut.
“Kami memang tumbuh dari Lumajang, dan di sana ruang untuk mengekspresikan festival masih sangat terbatas. Setelah Partilibur edisi keempat, kami memutuskan untuk hadir di Batu. Namun, bukan berarti kami meninggalkan Lumajang,” jelasnya.
Ke depan, Partilibur membuka peluang menyambangi daerah lain di Jawa Timur. Konsepnya akan disesuaikan dengan karakter dan potensi masing-masing daerah.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
