PROBOLINGGO, iNewsMalang.id - Ruang gerak praktik prostitusi di Kabupaten Probolinggo terus dipersempit. Tiga lokasi yang diduga menjadi tempat bisnis esek-esek ditutup petugas.
Dua titik berada di Desa Klampokan, Kecamatan Besuk. Satu lainnya berada di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton.
Penutupan dilakukan Senin (28/9/2026). Tim Pekat Satpol PP Kabupaten Probolinggo turun bersama Forkopimka Besuk dan Paiton serta pemerintah desa setempat.
Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan, tiga lokasi tersebut bukan sasaran pertama yang ditertibkan tahun ini.
Sebelumnya, petugas juga menutup lokasi serupa di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan.
“Ada tiga titik di Besuk dan Paiton yang kami tutup,” kata Taufik, Selasa (29/9/2026).
Penelusuran terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat prostitusi sudah dilakukan sejak Februari lalu. Setidaknya ada tujuh titik yang masuk pantauan Satpol PP.
Artinya, pekerjaan petugas belum selesai. Sejumlah lokasi lain masih dipantau dan diidentifikasi.
Satpol PP juga mewaspadai lokasi yang telah ditutup kembali beroperasi secara sembunyi-sembunyi.
“Pengawasan tetap berjalan. Titik lain juga masih kami identifikasi,” ujarnya.
Untuk mempersempit peluang praktik tersebut muncul kembali, Satpol PP menggandeng pemerintah desa dan masyarakat. Mereka diminta ikut mengawasi lingkungan masing-masing.
Penanganannya juga tidak berhenti pada penutupan tempat. Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial ikut dilibatkan.
Langkah tersebut berkaitan dengan arahan Pemkab Probolinggo untuk menertibkan prostitusi dan peredaran minuman keras. Terlebih, daerah ini memiliki banyak pondok pesantren dan tokoh agama.
Meski demikian, Taufik memastikan penertiban tidak dilakukan serampangan. Tahapan pembinaan tetap ditempuh sebelum lokasi ditutup, termasuk pemberian SP 1 dan SP 2.
Warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut juga akan diarahkan mendapatkan pembinaan.
Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja disiapkan untuk membantu mereka mendapatkan alternatif mata pencaharian.
“Mereka tetap warga Probolinggo. Kami arahkan agar mendapat penghasilan dari usaha yang baik,” tandas Taufik.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
