Kemarau di Kota Batu, Peternak Sapi Perah Tambah Konsentrat hingga 65 Persen

Sholihin
Ilustrasi. (Foto: iNews Malang/Dok)

KOTA BATU, iNewsMalang.id - Musim kemarau membuat biaya pakan sapi perah di Kota Batu meningkat. Peternak terpaksa menambah porsi konsentrat untuk mengurangi ketergantungan terhadap rumput hijauan yang pasokannya terbatas.

Kondisi itu dialami peternak sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu. Mereka mengubah komposisi pakan agar produksi dan kualitas susu tetap terjaga.

Ketua Koperasi Susu Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir mengatakan, selama kemarau porsi konsentrat mencapai 60–65 persen. Sementara itu, pakan hijauan hanya 35–40 persen.

Komposisi tersebut berbeda saat musim hujan. Ketika rumput melimpah, penggunaan konsentrat dikurangi dan porsi hijauan ditambah.

“Meski biaya pakan naik, kami tetap memastikan kebutuhan ternak tercukupi agar kualitas susu terjaga,” kata Munir, Kamis (8/10/2026).

Untuk mengantisipasi kekurangan hijauan, peternak juga menanam rumput gajah di area persawahan. Lokasi itu dipilih karena masih memiliki akses pengairan selama kemarau.

“Kami sudah menanam rumput gajah jauh sebelum kemarau agar kebutuhan airnya tetap terpenuhi,” ujarnya.

Selain memanfaatkan sawah, peternak bekerja sama dengan Perhutani. Mereka mendapat akses menanam rumput pakan di sebagian lahan Perhutani.

Sebagai gantinya, peternak ikut merawat tanaman peneduh di kawasan tersebut.

Kerja sama itu menjadi salah satu cara peternak menjaga ketersediaan hijauan selama kemarau. Dengan pasokan pakan yang mencukupi, produksi susu diharapkan tetap terjaga.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network