Mahdi menyebut, peserta dari luar daerah cukup banyak. Sementara itu, jumlah peserta asal Probolinggo justru tidak terlalu banyak karena sebagian terbiasa mendaftar mendekati hari pelaksanaan.
Masalahnya, kebiasaan tersebut kerap membuat mereka terlambat. Saat hendak mendaftar, kuota peserta sudah terpenuhi dan pendaftaran ditutup.
“Setelah kuota habis dan kami tutup, baru mereka mendaftar. Panitia terpaksa tidak bisa mengikutsertakan mereka,” ujar anggota DPRD Jawa Timur itu.
Pembina Prabu MTB Habib Mahdi ikut tancap pedal, menjajal rute gowes di kawasan pegunungan Bromo. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)
Sementara itu, Kepala Kepala Diskoparekraf Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi berharap, peserta tidak hanya menikmati Bromo saat kegiatan berlangsung. Dia ingin mereka kembali berkunjung bersama keluarga untuk menjelajahi destinasi wisata lain di Kabupaten Probolinggo.
Heri menilai, kunjungan bersama komunitas bisa menjadi awal untuk mengenal potensi wisata daerah. Setelah itu, peserta diharapkan kembali dengan keluarga.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
