Tak Bisa Masuk Kaldera? Coba Nikmati Bromo dari Seruni Point, Jembatan Kaca hingga Kopi Dewa 19

Ryan Haryanto
Bromo ditutup, wisatawan tetap bisa menikmati panorama dari Bromo Sky Bridge. (Foto: iNews Malang/Kala Studio)

MALANG, iNewsMalang.id - Kebakaran Gunung Bromo membuat akses menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup. Namun, wisatawan yang ingin menikmati panorama Bromo belum sepenuhnya kehilangan pilihan.

Sejumlah destinasi wisata di sekitar kawasan Bromo yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo masih aman dikunjungi. Ada Seruni Point, Terminal Wisata Seruni Point, hingga Jembatan Kaca Bromo.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan, penutupan hanya berlaku untuk akses menuju kawasan Gunung Bromo dari empat pintu resmi.

Akses tersebut ditutup sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB sebagai langkah antisipasi dampak Kebakaran Gunung Bromo. Sementara destinasi yang berada di sekitar kawasan kaldera masih dipantau kondisinya.

“Namun sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo yang berada di sekitar kawasan Bromo masih dalam kondisi aman untuk dikunjungi,” kata Heri, Minggu (9/8/2026).


Ke Bromo dan Jembatan Kaca? Saatnya nongkrong di Bromo Sky Cafe, ngopi dengan view terbaik. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

Menurut Heri, titik api masih cukup jauh dari lokasi sejumlah destinasi wisata tersebut. Karena itu, wisatawan masih diperbolehkan berkunjung.

Meski begitu, pemerintah tidak ingin mengambil risiko. Perkembangan Kebakaran Gunung Bromo terus dipantau untuk menentukan langkah berikutnya.

“Kami akan tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan,” ujar pria yang akrab dipanggil Herimul itu.

Heri mengatakan, status aman tersebut bisa berubah sewaktu-waktu. Jika api meluas atau kondisi mulai mengganggu keamanan wisatawan, pembatasan hingga penutupan destinasi bisa dilakukan.

“Apabila suatu waktu ada perubahan dan perkembangan di lapangan, kemungkinan juga akan ditutup jika mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketenangan,” tegasnya.


Swafoto di atas Jembatan Kaca Bromo, uji nyali sambil menikmati panorama yang memukau. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

Tak Perlu Batal Liburan ke Bromo

Penutupan akses menuju kawasan Bromo membuat wisatawan harus mengubah rencana. Namun, bagi yang sudah telanjur datang, masih ada alternatif.

Senior Manajer Bromo Sky Bridge, Bambag Heriwahjudi menyebut kawasan Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, masih bisa menjadi pilihan. Wisatawan dapat menikmati lanskap Bromo dari Seruni Point, Bukut Kedaluh.

Destinasi tersebut menawarkan sudut pandang berbeda. Seruni Point bahkan dikenal sebagai Penanjakan Kedua karena menjadi salah satu lokasi favorit untuk melihat panorama kawasan Bromo.

Sejumlah wisatawan yang sebelumnya hendak masuk ke kawasan Bromo juga diarahkan ke Seruni Point.

“Walaupun ditutup di semua pintu masuk, kami berharap wisatawan tidak kecewa. Yang sudah berniat wisata ke Bromo masih bisa menikmati keindahan Bromo dari kawasan yang ada di sekitar kaldera, di Dusun Cemoro Lawang, Ngadisari,” katanya.

Selain Seruni Point, wisatawan bisa mencoba Jembatan Kaca Bromo. Destinasi anyar tersebut menawarkan pengalaman berbeda menikmati panorama Gunung Bromo.

Dari atas jembatan, wisatawan bisa melihat lanskap Bromo sekaligus merasakan sensasi berjalan di atas kaca.

“Di Bromo itu tidak hanya Penanjakan, Puncak Bromo, Lembah Watangan, Savana dan Pasir Berbisik. Seruni Point dan Jembatan Kaca ini juga menjadi titik baru dalam paket wisata di Bromo,” ujarnya.


Kopi Dewa 19 menjadi daya tarik baru di kawasan Bromo dengan konsep experience store. (Foto: iNews Malang/Kopi Dewa 19)

Bromo Ditutup, Ngopi Sambil Ditemani Lagu Dewa 19

Bagi wisatawan yang ingin tetap menikmati suasana Bromo tanpa masuk ke kawasan yang ditutup, ada pilihan yang lebih santai. Duduk menikmati kopi sambil memandang lanskap pegunungan dari kejauhan.

Salah satunya bisa dilakukan di Kopi Dewa 19. Dari tempat ini, bentang alam Bromo tetap bisa dinikmati. Bedanya, wisatawan tak perlu mengejar jeep atau berjalan menuju titik-titik wisata di dalam kawasan TNBTS.

Cukup duduk, menyeruput kopi, lalu menikmati panorama. Suasananya semakin lengkap dengan alunan lagu-lagu karya Dewa 19 yang menemani pengunjung.

Bagi sebagian wisatawan, cara seperti ini justru menawarkan pengalaman berbeda. Bromo tidak hanya dinikmati dari dekat, tetapi juga dari kejauhan dengan suasana yang lebih tenang.

Pilihan tersebut menjadi alternatif di tengah Kebakaran Gunung Bromo yang membuat akses menuju kawasan utama ditutup. Wisatawan tetap bisa mendapatkan suasana Bromo tanpa menerobos pembatasan yang diberlakukan pemerintah.

Apalagi, kawasan sekitar Bromo memiliki banyak sudut untuk menikmati lanskap gunung. Mulai Seruni Point, Jembatan Kaca Bromo, hingga tempat nongkrong seperti Kopi Dewa 19.

Jadi, ketika pintu masuk Bromo sementara tertutup, bukan berarti cerita wisatanya ikut berhenti. Panorama masih bisa dinikmati. Tinggal memilih dari sudut mana Bromo ingin dikenang.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network