Dewa United Tak Harus Kuasai Bola untuk Menang, Arema FC Wajib Waspadai Jebakan Ini

Afifuddin Muhammad
Arema FC wajib waspadai Dewa United yang bisa menang meski kalah dalam penguasaan bola. (Foto: Diolah iNews Malang)

MALANG, iNewsMalang.id - Arema FC tak boleh terkecoh dengan gaya permainan Dewa United. Tim asal Banten itu memang dikenal gemar memainkan bola dari kaki ke kaki. Namun, ada satu fakta yang patut diwaspadai Singo Edan. Dewa United ternyata tetap bisa menang meski kalah dalam penguasaan bola.

Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah Arema FC menjelang bentrokan kedua tim pada pekan ketujuh Super League 2026-2027. Duel dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026), pukul 15.30 WIB.

Di atas kertas, Dewa United memang termasuk tim yang cukup dominan dalam memainkan bola. Dari enam pertandingan awal musim ini, mereka membukukan rata-rata penguasaan bola 53,17 persen.

Produktivitas umpannya juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari 2.712 percobaan operan, sebanyak 2.288 berhasil mencapai sasaran. Tingkat akurasinya menyentuh 84,37 persen.

Berdasarkan statistik Pass pada profil klub i.League yang sempat dihimpun, Dewa United berada di urutan kelima dari 17 tim yang datanya berhasil diverifikasi.

Namun, posisi tersebut masih sementara. Sebab, statistik Bhayangkara Presisi Lampung belum terverifikasi. Keseragaman pembaruan data antarklub juga belum dapat dipastikan.

Menariknya, kemampuan Dewa United tidak melulu bertumpu pada dominasi bola. Mereka justru pernah membuktikan bisa memetik tiga poin ketika lawan lebih banyak menguasai permainan.

Buktinya saat menghadapi Persik Kediri. Dewa United hanya mencatat penguasaan bola 35 persen. Namun, mereka tetap mampu mengamankan kemenangan tipis 1-0.

Artinya, penguasaan bola bukan satu-satunya senjata Dewa United. Mereka juga bisa bermain efektif ketika tidak banyak memegang bola.

Nah, kondisi inilah yang mesti dicermati Arema FC. Terlebih, Singo Edan sedang berupaya bangkit setelah melewati lima pertandingan tanpa kemenangan.

Pergantian pelatih dari Marcos Santos kepada caretaker Andre Caldas Costa juga membuat laga melawan Dewa United menjadi ujian tersendiri.

Arema tak cukup hanya tampil dominan. Penguasaan bola harus dibarengi keberanian menekan pertahanan lawan dan menciptakan peluang.

Percuma unggul statistik apabila bola hanya berputar di lini tengah atau pertahanan sendiri. Apalagi, Dewa United sudah memperlihatkan kemampuan menghukum lawan tanpa harus menguasai jalannya pertandingan.

Ancaman lain datang dari transisi permainan. Ketika Arema terlalu asyik menyerang, ruang kosong di belakang bisa menjadi celah yang dimanfaatkan pemain Dewa United.

Karena itu, keseimbangan antarlini menjadi salah satu kunci. Pemain belakang tidak boleh kehilangan konsentrasi ketika rekan-rekannya membangun serangan.

Arema juga perlu mengganggu distribusi bola lawan sejak awal. Akurasi operan Dewa United yang mencapai 84,37 persen menunjukkan bahwa mereka cukup rapi dalam mengalirkan bola.

Namun, tekanan tidak cukup dilakukan dengan sekadar mengejar pemain yang sedang menguasai bola. Jalur umpan juga harus ditutup agar Dewa United kesulitan mengembangkan permainan.

Sebaliknya, ketika berhasil merebut bola, Arema perlu lebih cepat mengalirkan serangan ke area berbahaya. Momentum tersebut bisa dimanfaatkan sebelum pemain Dewa United kembali membentuk organisasi pertahanan.

Tentu, pendekatan itu membutuhkan koordinasi dan ketepatan pengambilan keputusan. Salah operan atau terlambat mengantisipasi pergerakan lawan justru berpotensi membuka peluang serangan balik.

Bagi Andre Caldas, tantangannya bukan sekadar membuat Arema lebih agresif. Pelatih asal Brasil tersebut juga perlu memastikan agresivitas tim tidak mengorbankan kedisiplinan bertahan.

Apalagi, Singo Edan baru saja menelan kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta. Hasil tersebut memperlihatkan masih adanya pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Kini, Arema punya kesempatan memperbaiki keadaan di hadapan pendukung sendiri. Namun, Dewa United jelas bukan lawan yang bisa diukur hanya dari statistik penguasaan bola.

Sebab, dalam sepak bola, dominasi belum tentu berujung kemenangan. Dewa United sudah membuktikannya. Arema FC harus bisa membaca ancaman tersebut sebelum terlambat.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network