Menurut Wahyu, solusi yang dicari harus bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap layanan Trans Jatim tanpa mengabaikan persoalan yang dihadapi pengemudi angkutan konvensional.
Sementara itu, waktu penyelesaian persoalan tersebut semakin terbatas. Trans Jatim Koridor II dijadwalkan meluncur pada 30 Oktober 2026. Namun, titik akhir rutenya masih dalam pembahasan.
Saat ini, terdapat dua lokasi yang menjadi alternatif, yakni Terminal Arjosari dan kawasan Terminal Madyopuro. Pemkot Malang bersama Dishub Jatim masih membahas kemungkinan penetapan salah satu lokasi tersebut.
Wahyu berharap persoalan rute bisa segera diselesaikan sebelum peluncuran. Karena itu, komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pengemudi angkot akan terus dilakukan, termasuk melalui pertemuan informal.
“Memang mepet waktunya, kita akan coba melakukan pembicaraan yang tidak formal,” ujarnya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
