Menurut Heri, menjadi Kakang Ayu merupakan kesempatan yang tidak dimiliki semua orang. Dari sekitar 1,2 juta penduduk Kabupaten Probolinggo, hanya sebagian kecil yang terpilih sebagai duta wisata.
“Untuk memilih seorang Kakang dan Ayu ini butuh perjuangan yang panjang,” katanya.
Karena itu, Heri berharap anggota Kakang Ayu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas jaringan.
Peserta Tor Catoran Paguyuban Kakang Ayu Probolinggo berfoto bersama usai memperkuat jejaring. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)
Terlebih, Pemkab Probolinggo tengah mendorong pengembangan pariwisata melalui konsep Bromo, Bentar, dan Gili. Sejumlah destinasi lain juga mulai diperkenalkan, termasuk tujuh danau melalui Seven Lakes Festival.
Heri menilai promosi wisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Termasuk Kakang Ayu yang memiliki jaringan lintas angkatan dan kemampuan menjangkau masyarakat.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
