Anomali Cuaca Jadi Alasan Malang Diguyur Hujan Saat Kemarau, BMKG: Hati-Hati Dampak Bencana

Avirista Midaada
.
Sabtu, 10 September 2022 | 06:38 WIB
Malang sering turun hujan saat kemarau disebut BMKG disebabkan Anomali Cuaca, masyarakat diminta waspada dampak bencana (Foto: iNews.id)

MALANG, iNewsMalang.id - Anomali cuaca disebut jadi alasan Kota Malang diguyur hujan meski musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hal itulah yang menjadi penyebab hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur Malang.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Linda Fitrotul mengungkapkan, fenomena hujan di beberapa wilayah di Malang terjadi karena saat ini berada di masa peralihan musim. Namun ada faktor lain yakni gangguan pada atmosfer serta adanya angin dari utara Jawa Timur.

"Ini juga dikarenakan aktifnya gangguan fenomena gelombang atmosfer Rossby dan MJO, serta adanya daerah belokan angin di wilayah utara Jawa Timur," kata Linda saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jumat (9/9/2022).

Selain itu dijelaskan Linda, hujan juga disebabkan suhu muka laut di perairan Jawa Timur yang masih cukup hangat berkisar 0,5 sampai dengan 1,5 derajat Celcius, serta masih adanya fenomena La Nina lemah.  Adanya gangguan yang cukup signifikan tersebut, menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil.

"Sehingga berpengaruh dalam pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang akan semakin intens dan dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang, hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang sesaat," ujarnya.

Adapun BMKG memprakirakan hujan masih akan mengguyur wilayah Malang dan sekitarnya hingga tiga hari ke depan. Apalagi peralihan ke musim penghujan di Malang Raya bakal terjadi pada Oktober mendatang.

"Masyarakat perlu bersiap, ini baru awal hingga tiga hari kedepan masih ada potensi hujan. Kami minta masyarakat berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," terangnya.
 

Editor : Arif Handono
Bagikan Artikel Ini