Sistem Bubble Dianggap Sulit untuk Liga 1 Awal Desember Nanti, Manajemen Singo Edan Tetap Bersyukur

Avirista Midaada
.
Sabtu, 26 November 2022 | 11:03 WIB
Liga 1 digelar awal Agustus dengan sistem bubble tapi manajemen singo Edan tetap bersyukur (Foto: Okezone)

MALANG, iNewsMalang.id – Kelanjutan kompetisi Liga 1 menemukan titik terang paska berhenti imbas tragedi Kanjuruhan direspons Arema FC. Manajemen Singo Edan bersyukur ada kepastian keberlanjutan kompetisi Liga 1 musim 2022 – 2023 kembali diputar. 

Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto mengungkapkan kendati kompetisi digelar dengan sistem bubble kembali, hal itu tak dipermasalahankannya. Sebab hal itu merupakan keputusan terbaik di tengah pilihan yang sulit.

“Kami menyadari bahwa lanjutan kompetisi ini dihadapkan pada pilihan yang sulit, tapi kami yakin apapun pilihannya tujuannya adalah demi kompetisi bisa diputar kembali. Jadi kami menghormati keputusan tersebut,” ucap Tatang melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/11/2022).

Tatang menghormati PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 untuk mengadakan kompetisi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Apalagi saat Covid-19 lalu sistem ini pernah diadakan dan terbukti dua wilayah itu sukses mengadakan kompetisi di tengah pandemi Covid-19.

“LIB punya pengalaman bubble digelar saat Covid lalu di Jogja dan Jawa Tengah, Arema FC dapat cepat beradaptasi,” katanya.

Terlepas dari sistem yang akan digunakan, Tatang menegaskan bahwa Arema FC tetap konsisten untuk mematuhi hukuman yang sudah diberikan oleh Komisi Disiplin PSSI berkaitan dengan hukuman tanpa penonton.

“Kami tegaskan berulang-ulang, tetap mematuhi hukuman dari PSSI termasuk hukuman tanpa penonton. Biar kami saja yang menerima itu,” ujarnya.

 

 

Editor : Arif Handono

Follow Berita iNews Malang di Google News

Bagikan Artikel Ini