Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Malang Raya 6 September Didominasi Berawan, Ampelgading Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
Advertisement . Scroll to see content

Rembuk Ekologi di Kota Batu Perkuat Komitmen Pelestarian Sumber Air Bulukerto

Kamis, 23 April 2026 | 20:47 WIB
  • author Sholihin
Rembuk Ekologi di Kota Batu Perkuat Komitmen Pelestarian Sumber Air Bulukerto
Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto. Foto: Istimewa

KOTA BATU, iNewsMalang.id  – Pemerintah Kota Batu bersama masyarakat memperkuat komitmen menjaga sumber daya alam melalui Rembuk Ekologi yang digelar dalam rangka Festival Mata Air ke-3. Kegiatan ini berlangsung di Balai Dusun Cangar, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kamis (23/4/2026).

Forum tersebut difokuskan pada penyatuan kebijakan pemerintah, kajian akademis, dan kearifan lokal untuk memastikan keberlanjutan sumber air di kawasan hulu yang menjadi penopang kebutuhan air di wilayah Malang Raya.

Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto hadir langsung dalam forum tersebut bersama akademisi dan pegiat lingkungan. Ia menekankan posisi strategis Desa Bulukerto sebagai wilayah hulu yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem air.

“Setiap tetes air adalah pertaruhan antara hidup dan kehidupan. Karena itu, menjaga sumber air bukan sekadar urusan teknis, tetapi menyangkut masa depan generasi kita,” ujar Heli Suyanto.

Heli juga menilai pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan secara terpisah. Dia menekankan pentingnya kolaborasi model “Triple Helix” antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sebagai pelaksana di lapangan.

Dalam forum tersebut, keterlibatan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Islam Malang (Unisma) mendapat perhatian khusus.

Heli juga mendorong hasil riset lingkungan agar tidak hanya tersimpan di lingkungan kampus, tetapi juga dapat diakses publik melalui digitalisasi.

“Dengan begitu, generasi muda bisa belajar konservasi dari sumber yang kredibel,” tambah pria asal Kota Batu itu.

Dari sisi lokal, Kepala Desa Bulukerto Suhermawan menyebut Festival Mata Air telah menjadi agenda rutin tahunan yang kini memasuki tahun ketiga.

Dia menegaskan komitmen desa untuk menjaga kawasan hulu sebagai wilayah penyangga utama sumber air.

“Bulukerto berada di kawasan hulu yang menjadi benteng alam. Setiap kebijakan yang kami ambil di tingkat desa harus benar-benar berpihak pada pelestarian mata air. Ini adalah komitmen kami untuk warga Batu dan sekitarnya,” ucap Suhermawan.

Rembuk Ekologi ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kaprodi S2 Sosiologi UMM Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Dosen Ilmu Hukum Unisma M. Fahrudin Andriansyah, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan.

Sekitar 100 peserta dari Perhutani, pengelola Hippam Bumiaji, hingga tokoh masyarakat ikut terlibat aktif dalam diskusi.

Forum tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait perlindungan sumber mata air yang akan diserahkan kepada Pemkot Batu sebagai bahan penyusunan kebijakan lingkungan ke depan.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut