get app
inews
Aa Text
Read Next : Satpam Perumahan di Kota Malang Tewas Ditusuk Pencuri Saat Patroli, Ini Kata Saksi

Mayoritas Halte Angkutan Umum di Kota Malang Rusak akibat Vandalisme

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:44 WIB
header img
Ilustrasi halte Kota Malang. (Foto: Istimewa)

KOTA MALANG, iNewsMalang.id - Kondisi halte angkutan umum di Kota Malang memprihatinkan. Dari 20 halte yang tersebar di seluruh jalur angkutan kota, sebagian besar mengalami kerusakan berat akibat aksi vandalisme.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kini menelusuri pelaku perusakan dengan mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi halte. Langkah hukum pun disiapkan agar aksi serupa tidak terus berulang.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Malang Muhammad Anis Januar mengatakan, hampir seluruh halte mengalami kerusakan dengan pola serupa. Coretan hingga perusakan fasilitas disebut mendominasi kondisi di lapangan.

“Kebanyakan halte rusak parah akibat vandalisme. Kami sedang menelusuri pelaku lewat rekaman CCTV di sekitar halte,” ujar Anis Januar saat Talk Show di Radio City Guide, Jumat (8/5/2026).

Dishub juga menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam aksi tersebut. Menurut Anis, laporan resmi ke kepolisian akan dilakukan setelah bukti dinilai cukup kuat.

“Ada informasi soal dugaan keterlibatan kelompok tertentu. Jika bukti sudah kuat, kami akan laporkan ke polisi,” tegasnya.

Selain langkah hukum, Dishub mulai menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk membantu perbaikan halte. Skema kolaborasi itu disiapkan karena keterbatasan anggaran daerah membuat proses rehabilitasi tidak bisa dilakukan secara cepat.

Kerusakan halte juga mendapat sorotan DPRD Kota Malang. Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Dito Arief menilai keberadaan halte kini kembali penting setelah operasional bus Trans Jatim di Kota Malang berjalan.

Menurut dia, pengawasan terhadap fasilitas publik perlu diperkuat, terutama di titik-titik yang kerap menjadi sasaran vandalisme.

“Ke depan, CCTV perlu ditambah di halte yang sering jadi sasaran vandalisme,” kata Dito.

Ia juga meminta Pemkot Malang memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu perawatan fasilitas umum di tengah keterbatasan APBD.

“Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkot Malang perlu menggandeng pihak swasta lewat program CSR untuk merawat fasilitas umum ini,” ujarnya.

Dito menambahkan, upaya pemerintah tidak akan efektif tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, warga diharapkan ikut menjaga fasilitas publik agar tetap layak digunakan.

Pandangan serupa disampaikan Pakar Tata Kota Universitas Brawijaya Fauzul Rizal. Ia menilai kondisi halte di Kota Malang saat ini sudah jauh dari standar kelayakan.

Namun, Rizal mengingatkan agar penanganan vandalisme tidak hanya mengedepankan pendekatan represif. Menurut dia, pemerintah juga perlu membuka ruang kreatif bagi kelompok muda agar ekspresi mereka tersalurkan dengan cara yang tepat.

“Pemerintah juga perlu memberi ruang bagi kelompok kreatif untuk menyalurkan ekspresi mereka,” tutur Rizal.

Ia menilai pendekatan preventif penting dilakukan untuk membangun kesadaran menjaga fasilitas umum.

“Pendekatannya jangan hanya lewat pengawasan CCTV, tapi juga membangun kesadaran menjaga fasilitas umum,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat, Dishub Kota Malang akan melakukan pembersihan di halte yang mengalami kerusakan ringan. Koordinasi dengan komunitas warga juga diperkuat untuk membantu pengawasan fasilitas transportasi publik.

“Kami terus menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk perbaikan jangka menengah. Sementara itu, halte yang rusak ringan akan dibersihkan dan pengawasannya diperkuat bersama komunitas lokal,” pungkas Anis Januar.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut