get app
inews
Aa Text
Read Next : Jazz Gunung 2026 Jadi Role Model Event Wisata Musik, Kemenpar Dukung Penuh

Bromo Sky Cafe dan Ikhtiar Menjadikan Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:25 WIB
header img
Ke Bromo dan Jembatan Kaca? Saatnya nongkrong di Bromo Sky Cafe, ngopi dengan view terbaik. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

Kabupaten Probolinggo memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 72 kilometer dengan potensi perikanan budidaya air payau yang melimpah, salah satunya ikan kerapu. Pihak manajemen mencoba menjembatani potensi pesisir ini untuk dipasarkan di wilayah pegunungan yang padat wisatawan internasional.

“Kerapu ini salah satu potensi perikanan unggulan di Kabupaten Probolinggo. Kami bawa ke atas Bromo, kami sajikan fresh dengan bumbu rempah spesial ala masakan Kanton,” jelas Ridho.


Bromo Sky Cafe, tempat nongkrong semua kalangan. Ngopi, kulineran, dan menikmati panorama Bromo dalam satu destinasi. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

Langkah ini sekaligus menjadi strategi diplomasi kuliner (gastrodiplomacy). Dengan mengemas komoditas lokal lewat rasa internasional, menu ini dibidik untuk menyasar pasar spesifik: wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok, yang kerap mencari hidangan autentik bersuhu hangat di tengah cuaca ekstrem.

Memutus Rantai Tengkulak Lewat Secangkir Kopi Argopuro

Selain sektor perikanan, sektor perkebunan rakyat juga mendapat panggung utama. Bromo Sky Cafe berkomitmen memutus ketergantungan pada jenama kopi pabrikan atau impor, dan memilih menyuplai lini bisnis mereka langsung dari petani lokal di dua ekosistem pegunungan Probolinggo.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut