Bromo Sky Cafe dan Ikhtiar Menjadikan Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
Kabupaten Probolinggo memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 72 kilometer dengan potensi perikanan budidaya air payau yang melimpah, salah satunya ikan kerapu. Pihak manajemen mencoba menjembatani potensi pesisir ini untuk dipasarkan di wilayah pegunungan yang padat wisatawan internasional.
“Kerapu ini salah satu potensi perikanan unggulan di Kabupaten Probolinggo. Kami bawa ke atas Bromo, kami sajikan fresh dengan bumbu rempah spesial ala masakan Kanton,” jelas Ridho.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi diplomasi kuliner (gastrodiplomacy). Dengan mengemas komoditas lokal lewat rasa internasional, menu ini dibidik untuk menyasar pasar spesifik: wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok, yang kerap mencari hidangan autentik bersuhu hangat di tengah cuaca ekstrem.
Memutus Rantai Tengkulak Lewat Secangkir Kopi Argopuro
Selain sektor perikanan, sektor perkebunan rakyat juga mendapat panggung utama. Bromo Sky Cafe berkomitmen memutus ketergantungan pada jenama kopi pabrikan atau impor, dan memilih menyuplai lini bisnis mereka langsung dari petani lokal di dua ekosistem pegunungan Probolinggo.
Editor : Ryan Haryanto