Kenalkan Batik Malang, Siswa SMK Telkom Malang Kembangkan Game Berbasis AR
“Pendekatan ini dirancang agar anak-anak dapat mempelajari budaya tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran formal di kelas,” katanya.
Untuk memastikan materi yang disajikan akurat, tim menggandeng Soendari Batik sebagai mitra validasi. Seluruh informasi mengenai motif, filosofi, hingga nilai budaya terlebih dahulu dikaji bersama pelaku batik lokal.
Kolaborasi tersebut juga memberi kesempatan pemain mengenal proses membatik secara lebih dekat. Dengan begitu, pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi juga terhubung dengan praktik pelestarian budaya.
Pengembangan Nawasena memakan waktu sekitar empat bulan, sejak Februari hingga Juni 2026. Setelah prototipe rampung, permainan diuji coba kepada siswa kelas II di SD Brawijaya 3 Malang dan SDN Rampal Celaket 1. Masukan dari uji coba digunakan untuk menyempurnakan fitur maupun mekanisme permainan.
“Dalam game tersebut terdapat tiga jenis batik Malang yang ada dalam satu kali permainan. Dimana fitur pengenalan motif, filosofi, hingga informasi budaya tentang batik disajikan,” tuturnya.
Editor : Ryan Haryanto