Gunung Semeru Erupsi Lagi, Cuaca Gunung di Jatim Berpotensi Hujan Sore Hari
MALANG, iNewsMalang.id - Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat (16/10/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berstatus Level III (Siaga). Di sisi lain, prakiraan cuaca di sejumlah gunung di Jawa Timur menunjukkan potensi hujan rintik-rintik pada sore hingga malam hari.
Tak hanya di pegunungan, kondisi perairan Malang Selatan juga perlu diwaspadai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim memprakirakan tinggi gelombang laut mencapai 1,8 meter atau kategori sedang.
Sementara itu, BMKG Jawa Timur tidak mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang aktif pada Jumat. Namun, potensi angin kencang selama periode 13–19 Oktober 2026 masih perlu diantisipasi.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui MAGMA Indonesia, erupsi Gunung Semeru terjadi pukul 00.28 WIB. Visual letusan tidak teramati. Namun, aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24 milimeter dan durasi 156 detik.
Aktivitas vulkanik Semeru masih tergolong tinggi. Pada pengamatan Kamis (15/10) pukul 18.00–23.59 WIB, tercatat 29 kali gempa letusan dengan amplitudo 12–23 milimeter dan durasi 57–177 detik.
Selain itu, terekam dua kali gempa guguran dan tiga kali gempa hembusan. Dalam sepekan terakhir, Semeru tercatat mengalami 36 kali erupsi.
PVMBG meminta masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Dengan status Level III (Siaga), pendakian Semeru tetap ditutup. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi resmi dan tidak memasuki zona berbahaya.
Perubahan cuaca juga perlu diperhatikan oleh wisatawan dan pendaki di sejumlah gunung Jawa Timur. Prakiraan per jam menunjukkan potensi hujan rintik-rintik, terutama pada sore hari.
Di Gunung Bromo, suhu diperkirakan mencapai 24 derajat Celsius pada siang hari. Memasuki pukul 16.00, suhu turun menjadi 18 derajat Celsius disertai potensi hujan ringan. Pada malam hari, suhu berkisar 12–13 derajat Celsius.
Bromo masih berstatus Level II (Waspada). Pengunjung tetap harus mematuhi ketentuan pengelola dan rekomendasi PVMBG, terutama mengenai batas aman dari kawah.
Sementara itu, Gunung Arjuno diprakirakan mengalami hujan rintik-rintik pada sore hari. Suhu turun dari sekitar 20 derajat Celsius pada siang hari menjadi 10 derajat Celsius menjelang malam.
Di Gunung Welirang, suhu diperkirakan mencapai 25 derajat Celsius pada siang hari, kemudian turun menjadi 15 derajat Celsius pada malam hari. Potensi hujan rintik-rintik juga muncul pada sore hari.
Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Gunung Kawi-Butak. Suhu pada siang hari bisa mencapai 23 derajat Celsius, sebelum turun menjadi 18 derajat Celsius pada sore hari. Hujan rintik-rintik berpotensi berlanjut hingga malam.
Pendaki perlu menyiapkan pakaian hangat dan perlengkapan antiair. Perubahan cuaca juga harus menjadi pertimbangan sebelum memulai perjalanan. Pastikan jalur pendakian dibuka dan ikuti informasi resmi dari pengelola masing-masing kawasan.
Ancaman cuaca juga perlu diperhatikan di perairan Malang Selatan. Dalam prakiraan untuk periode Jumat (16/10) pukul 07.00 hingga Senin (19/10) pukul 07.00, BMKG Maritim memperkirakan tinggi gelombang mencapai 1,8 meter.
Pada Jumat pagi, kondisi perairan diprakirakan berawan tebal dengan suhu 26 derajat Celsius dan kelembapan 88 persen. Angin bertiup dari timur dengan kecepatan 13 knot dan hembusan maksimum 23 knot.
Arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan 1,5 knot.
Gelombang kategori sedang tersebut perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut. Mereka diimbau memperhatikan kondisi perairan serta mengikuti arahan otoritas setempat sebelum berangkat.
BMKG Jawa Timur tidak mencatat peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang aktif pada Jumat (16/10). Meski begitu, potensi angin kencang selama 13–19 Oktober tetap perlu diwaspadai.
Kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika angin Muson Timur–Tenggara dan perbedaan tekanan udara. Hembusan angin kencang berpotensi menyebabkan dahan patah hingga pohon tumbang.
Pengendara sepeda motor dan kendaraan bertubuh tinggi juga diminta berhati-hati terhadap angin dari samping. Kurangi kecepatan ketika angin menguat dan hindari berteduh di bawah pohon.
Di sisi lain, cuaca siang di sejumlah wilayah Jawa Timur diprakirakan cerah hingga berawan. Suhu maksimum berpotensi mencapai 37 derajat Celsius, dengan indeks UV pada tingkat sangat tinggi.
Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan dan menggunakan pelindung dari paparan matahari saat beraktivitas di luar ruangan.
Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer. Pendaki, wisatawan, nelayan, dan pengendara perlu memeriksa pembaruan informasi resmi sebelum beraktivitas, terutama di kawasan yang terdampak aktivitas vulkanik, gelombang laut, maupun angin kencang.
Editor: Ryan Haryanto