KOTA MALANG, iNewsMalang.id – Sejumlah pasar tradisional yang mulai kehilangan aktivitas di Kota Malang akan dialihfungsikan menjadi sentra kuliner. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) menargetkan pasar dengan banyak kios kosong untuk dihidupkan kembali melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM.
Langkah ini dipilih setelah pengembangan Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo dinilai berhasil menjadi pusat kuliner sekaligus penggerak usaha kecil. Kini, model serupa akan diperluas ke pasar lain yang masih memiliki ruang tidak terpakai.
Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Ni Luh Putu Eka Wilantari, mengatakan rencana tersebut difokuskan pada pasar yang masih menyisakan area kosong.
“Rencana pasar kuliner akan diarahkan ke pasar yang masih memiliki ruang,” ujar Eka, Sabtu (2/5/2026).
Dua lokasi yang mulai dikaji adalah Pasar Bareng dan Pasar Sawojajar. Aktivitas jual beli di Pasar Bareng disebut terus menurun sehingga perlu penataan ulang.
“Pasar Bareng akan kita kembangkan karena aktivitasnya sudah sepi. Kios dan bedak yang tidak aktif akan kita tertibkan lebih dulu,” lanjutnya.
Penertiban kios mengacu pada Perda Nomor 12 Tahun 2024. Dalam aturan itu, kios yang tidak digunakan selama tiga hingga enam bulan berturut-turut dapat ditarik kembali oleh pemerintah. Selanjutnya, kios akan ditawarkan kepada warga yang berminat berjualan dengan kewajiban membayar retribusi.
Menurut Eka, minat masyarakat untuk berdagang masih cukup tinggi, sementara banyak kios di Pasar Bareng justru kosong. Karena itu, distribusi ulang kios diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas pasar.
Kondisi serupa juga ditemukan di Pasar Sawojajar, terutama pada lantai dua yang masih belum optimal dimanfaatkan. Area tersebut dinilai potensial untuk menampung pelaku UMKM lokal.
“Kami masih persiapan, tetapi arahnya ke pemanfaatan ruang yang ada. Area lantai atas cukup luas dan berpotensi untuk UMKM, termasuk menampung pelaku usaha di Kelurahan Sawojajar,” ungkapnya.
Diskopindag saat ini masih mematangkan konsep dan penataan sebelum realisasi. Harapannya, pasar yang sebelumnya sepi bisa kembali ramai sekaligus menjadi ruang baru bagi pertumbuhan UMKM.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
