Embun Es Pertama 2026 Muncul di Bromo, Lautan Pasir Berubah Putih Keperakan

Sri Hartini
Embun es pertama 2026 selimuti Bromo, lautan pasir berubah putih bak bersalju. (Foto: iNews Malang/Ist)

“Udara dingin ekstrem seperti ini yang membuat embun membeku,” imbuhnya.

Salah satu wisatawan yang beruntung menyaksikan fenomena tersebut adalah Mia, warga Bogor. Kunjungan pertamanya ke Bromo bertepatan dengan munculnya embun es yang jarang terjadi.

“Saya tentu bersyukur. Pengalaman ini pasti akan saya rekomendasikan kepada teman-teman,” katanya.

Secara ilmiah, embun upas terbentuk ketika suhu permukaan tanah dan tanaman turun di bawah titik beku, sementara kelembapan udara masih cukup tinggi. Embun yang semula berbentuk cair kemudian berubah menjadi lapisan kristal es.

Kondisi itu memungkinkan terjadi di Bromo yang berada pada ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut. Memasuki musim kemarau, suhu udara di kawasan kaldera tersebut kerap turun tajam pada malam hingga dini hari.

Bambang memperkirakan fenomena embun es masih berpotensi muncul dalam beberapa pekan ke depan. Syaratnya, suhu udara malam hari tetap berada pada level rendah.

“Biasanya kalau sudah begini, wisatawan makin banyak yang datang. Mereka penasaran dan ingin merasakan langsung,” ujarnya.

Menjelang siang, lapisan es perlahan mencair seiring meningkatnya suhu udara. Meski hanya bertahan beberapa jam, kemunculan embun upas selalu menjadi daya tarik tersendiri yang diburu wisatawan saat musim kemarau di Bromo.

Editor : Ryan Haryanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network