MALANG, iNewsMalang.id – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia membutuhkan kepemimpinan kepala daerah yang kuat serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Safrizal, TBC tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga isu pembangunan yang memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Fasilitasi Teknis Intervensi Kewilayahan dalam Penanggulangan Tuberkulosis yang dirangkaikan dengan Rakorpusda Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Berkelanjutan di Malang, Kamis (30/7).
Sebelum rapat berlangsung, Safrizal bersama Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta jajaran kementerian dan pemerintah daerah meninjau Puskesmas Cisadea, Kota Malang.
Kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung implementasi penanganan TBC di Kota Malang yang dinilai berhasil melalui inovasi penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien, hingga penguatan jejaring layanan kesehatan. Praktik tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Rapat koordinasi turut dihadiri Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Sekretariat Negara, pemerintah daerah, serta camat, lurah, kepala desa, kepala puskesmas, PKK, Posyandu, dan kader TBC dari berbagai wilayah di Indonesia.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
