“Saya suka orang-orang Indonesia, di Jakarta maupun di Malang. Saya sangat senang,” tambah França.
Pemilik tiga gol bersama Arema pada musim lalu itu hanya mengaplikasikan produk penata rambut sebelum merapikannya. Sesekali dia juga datang ke barber untuk mempertahankan bentuk kumis yang sudah menjadi identitasnya.
“Perawatannya gak terlalu sulit. Mungkin sesekali ke barber. Awalnya hanya coba-coba. Lalu saya suka. Saya pakai semacam produk rambut ke kumis, lalu saya rapikan,” katanya.
Julukan El Kumis kini bukan sekadar sapaan dari suporter. França bahkan menjadikannya sebagai nama akun saat bermain gim sepak bola daring.
“Saya suka julukan El Kumis itu. Bahkan di akun game sepak bola online, saya pakai nama ‘elkumis10’. Kalau mau lawan saya, itu nama akun saya,” tutupnya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
