Wali Kota Malang Pastikan Retreat Kepala Sekolah Batal, Begini Nasib Program Evaluasinya

Taufik Hidayat
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat membatalkan retreat 345 kepala sekolah senilai Rp 300 juta. (Foto: iNews Malang/AI)

MALANG, iNewsMalang.id - Rencana retreat ratusan kepala sekolah SD dan SMP di Kota Malang dipastikan batal. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memilih tetap menjalankan program peningkatan kapasitas dan evaluasi kepala sekolah tanpa kegiatan retreat.

Keputusan itu sekaligus menjawab polemik anggaran Rp300 juta yang sebelumnya disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Kota Malang untuk kegiatan tersebut.

Wahyu mengaku sudah meminta Disdikbud membatalkan retreat sejak awal. Bahkan, sebelum rencana kegiatan itu ramai diperbincangkan, dirinya telah memanggil kepala dinas terkait.

“Saya sudah bilang jangan. Dari awal sudah saya panggil kepala dinas agar retreat tidak dilaksanakan,” kata Wahyu, Selasa (20/10/2026).

Meski retreat dibatalkan, program peningkatan kapasitas kepala sekolah tetap berjalan. Pelaksanaannya akan menyesuaikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah ditetapkan.

Menurut Wahyu, kegiatan tersebut pada dasarnya bertujuan meningkatkan kemampuan dan kompetensi kepala sekolah. Karena itu, pelaksanaannya tidak harus menggunakan konsep retreat.

“Ya sesuai dengan di DPA-nya. Jadi itu kan hanya kapasitas, capacity building, peningkatan kemampuan,” ujarnya.

Pemkot Malang juga tetap mengevaluasi kinerja kepala sekolah. Wahyu menyebut evaluasi merupakan bagian dari pembinaan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Iya, tapi tidak dengan cara retreat. Karena evaluasi walaupun tidak kita anggarkan, evaluasi kan tetap harus berjalan,” jelasnya.

Sebelumnya, Disdikbud Kota Malang berencana menggelar retreat bagi 345 kepala sekolah SD dan SMP pada akhir Oktober 2026.

Kegiatan sehari penuh itu dijadwalkan berlangsung di Gedung Islamic Center Kota Malang dengan anggaran mencapai Rp 300 juta.

Rencana tersebut muncul setelah mencuat kasus dugaan kekerasan terhadap sejumlah siswa SMP Negeri 18 Kota Malang yang melibatkan mantan kepala sekolah.

Namun, besarnya anggaran retreat menuai sorotan. DPRD Kota Malang turut mempertanyakan urgensi kegiatan tersebut.

Kalangan dewan menilai anggaran ratusan juta rupiah itu sebaiknya digunakan untuk program pendidikan yang lebih bermanfaat dan tepat sasaran.

Dengan pembatalan retreat, Pemkot Malang tetap melanjutkan peningkatan kapasitas dan evaluasi kepala sekolah melalui kegiatan lain. Namun, bentuk kegiatan pengganti serta penggunaan anggaran Rp300 juta tersebut belum dijelaskan secara terperinci.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network