“Para perempuan, perempuan wajib berkarya, berdaya, dan berbudaya,” tegasnya.
Menurut dia, berkarya tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perempuan bisa memanfaatkan keterampilan yang dimiliki. Salah satunya melalui industri kreatif seperti desain busana.
Karina bahkan sempat mengapresiasi desainer lokal yang menampilkan karyanya dalam rangkaian festival. Dia berharap karya tersebut terus dikembangkan sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan.
Model berbusana batik tampil memukau dalam peragaan busana Seven Beaches Festival 2026. (Foto: iNews Malang/Istimewa)
Begitu pula dengan pemberdayaan ekonomi. Karina mencontohkan usahanya sebagai perajin batik yang turut melibatkan masyarakat sekitar.
Dari usaha tersebut, perempuan mendapat kesempatan bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Tidak sepenuhnya bergantung pada pendapatan suami.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
