MALANG, iNewsMalang.id - Penanganan kebakaran Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dipacu habis-habisan. Pemprov Jawa Timur bersama tim gabungan tak ingin ambil risiko dan menyegarkan strategi pemadaman secara terpadu, baik menerjunkan pasukan darat maupun gempuran dari udara.
Minggu (9/8/2026), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak merapat langsung ke medan penanganan di kawasan Bromo. Orang nomor dua di Jawa Timur itu turun ke lapangan guna memantau secara presisi salah satu titik krusial pemadaman, termasuk pengoperasian armada drone sprayer canggih milik BPBD.
Drone disiapkan sebelum diterbangkan untuk mendukung pemadaman kebakaran Bromo. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)
Wagub Emil menegaskan, sinergi lintas sektoral menjadi kunci utama menundukkan si jago merah. Operasi skala besar ini mengomandoi BPBD, BNPB, Kodim, Kepolisian, hingga empat pemerintah daerah yang mengelilingi kawasan Bromo yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, dan Lumajang.
“Ini langkah kolektif dari semua elemen. Kita berkoordinasi terutamanya dengan BPBD di wilayah Pasuruan, Probolinggo, Malang, dan Lumajang, serta didukung penuh oleh unsur TNI dan Kepolisian,” tegas Emil Dardak di lokasi penanganan.
Emil memantau langsung melalui remot drone yang dioperasikan operator untuk pantau kebakaran Bromo. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)
Penyisiran Tebing Pakai Drone
Strategi penanganan dipetakan dalam dua skema utama. Untuk titik-titik ekstrem yang sukar dijangkau kaki manusia, gempuran udara diandalkan. Sebanyak 3 unit helikopter water bombing dikerahkan nonstop menyiram titik api, dengan mengambil pasokan air dari Ranu Pani dan Ranu Regulo.
Tak cuma itu, inovasi teknologi juga dimaksimalkan. Tiga unit drone sprayer berkapasitas 70–80 liter diterjunkan khusus menyisir tebing dan lereng curam.
Dalam kesempatan tersebut, Emil tampak mendampingi langsung operator drone di lapangan. Mantan Bupati Trenggalek itu memantau pergerakan armada udara nirawak tersebut secara real-time langsung dari layar monitor remote control untuk memastikan penyiraman air tepat sasaran di celah-celah lereng yang sulit dijangkau.
“Untuk serangan udara, kita gunakan 3 helikopter water bombing. Selain itu, BPBD Jatim mengoperasikan 3 unit drone sprayer untuk menjangkau area lereng dan tebing terjal yang tidak bisa diakses personel darat,” jelas suami Arumi Bachsin tersebut usai memantau pengoperasian drone penanggulangan kebakaran Gunung Bromo.
Sementara di jalur darat, 7 armada Pemadam Kebakaran (Damkar) disebar di titik-titik strategis. Dukungan pasukan armada juga disokong pasokan bantuan Damkar dari Mojokerto, Surabaya, hingga mobil tangki Pemprov Jatim.
Bukan Area Aktif, tapi Terdampak
Terkait luasan area yang terdampak musibah kebakaran Gunung Bromo, Emil meluruskan persepsi publik. Angka yang melonjak sejatinya adalah akumulasi area lintasan api (area terdampak), bukan luasan api aktif yang tengah menyala bersamaan.
“Ini bukan luas kebakaran aktif saat ini, melainkan luas area yang terdampak. Angkanya memang meningkat dari 205 hektar menjadi 500 hektar. Namun, untuk lokasi tempat kita berdiri saat ini kondisinya sudah padam,” terangnya.
Meski demikian, tim tidak mau gegabah. Karakter vegetasi alang-alang kering di musim kemarau panjang sangat rentan memicu bara tersembunyi (ground fire) yang bisa kembali membara sewaktu-waktu bila diterpa angin kencang.
Benteng Sekat Bakar 6 Kilometer
Sebagai langkah penangkal agar api tak merembet ke kawasan pemukiman maupun hutan lindung lain, benteng sekat bakar (firebreak) sepanjang 6 kilometer telah disiagakan di sisi selatan arah Lumajang.
Patroli motor dari pihak TNBTS pun dilipatgandakan untuk menyisir sepanjang garis sekat tersebut. “Jumlah personel patroli bermotor kita tingkatkan dari 10 menjadi 20 unit. Kita pastikan tidak ada sisa bara di bawah permukaan yang berpotensi menyala kembali,” imbuh Emil.
Guna menjaga kondusivitas dan keamanan penanganan kebakaran Gunung Bromo, Pemprov Jatim bersama pihak otoritas TNBTS memutuskan untuk memperketat dan membatasi akses keluar-masuk pengunjung serta pihak luar untuk sementara waktu.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
