Jembatan Cangar Kembali Memakan Korban, Ini Kata Psikolog Kota Batu
KOTA BATU, iNewsMalang.id — Kawasan Jembatan Cangar di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, kembali menjadi perhatian setelah kembali terjadi peristiwa meninggalnya seorang pemuda pada Kamis (23/4/2026).
Lokasi yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo itu sebelumnya juga telah mencatat kejadian serupa dalam waktu yang belum lama berselang.
Pada 31 Maret 2026, seorang pemuda berinisial MMA (24) asal Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari jembatan tersebut.
Belum genap sebulan, peristiwa serupa kembali terjadi di titik yang sama. Kali ini, seorang pemuda berinisial DPW (24) asal Kabupaten Lumajang dilaporkan juga ditemukan meninggal dunia di kawasan Jembatan Cangar.
Rangkaian kejadian tersebut menimbulkan keprihatinan berbagai pihak, terutama karena lokasi yang sama berulang kali dikaitkan dengan peristiwa serupa.
Psikolog asal Kota Batu, Sayekti Pribadiningtyas, menilai diperlukan langkah pencegahan yang lebih terstruktur, terutama melalui penguatan edukasi kesehatan mental dan pengawasan di titik-titik yang dinilai rawan.
“Edukasi itu bisa menyasar sekolah, Posyandu, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat di tingkat desa,” ujar Sayekti Pribadiningtyas, Kamis (23/4/2026).
Dia juga menyoroti pentingnya pencegahan agar kawasan tertentu tidak kembali menjadi lokasi yang berulang untuk kasus serupa.
Menurut dia, jangan sampai setiap orang yang memiliki pikiran serupa menjadikan kawasan Cangar sebagai tujuan. Kondisi ini perlu dicegah bersama.
Lebih jauh, Sayekti mengingatkan agar masyarakat yang tengah menghadapi tekanan psikologis tidak memendam masalah sendiri.
“Apabila seseorang mengalami masalah atau stres, jangan diam saja. Carilah bantuan kepada profesional,” ucapnya.
Ia menambahkan, persoalan kesehatan mental masih sering dianggap tabu sehingga banyak orang memilih menanggung beban sendiri hingga berujung pada keputusan yang fatal.
Menurutnya, tekanan psikologis akibat persoalan keluarga, perundungan, maupun masalah pribadi sebenarnya dapat ditangani apabila mendapat pendampingan sejak dini.
Untuk layanan bantuan, ia menyebut di Kota Batu sudah tersedia layanan psikolog di tiga Puskesmas, yakni Puskesmas Batu, Puskesmas Beji, dan Puskesmas Sisir.
Editor : Ryan Haryanto