Diguyur Hujan Deras, Gus Haris Pastikan Akses Wisata Air Terjun Madakaripura Segera Difungsikan
PROBOLINGGO, iNewsMalang.id – Bupati Probolinggo dr Mohammad Haris (Gus Haris) memastikan pemasangan jembatan Bailey di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, terus berjalan. Monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan guna mengecek langsung progres di lapangan agar akses warga segera pulih.
Menurut Gus Haris, kegiatan tersebut tidak hanya peninjauan, tetapi juga memastikan tahapan pemasangan jembatan darurat berjalan sesuai rencana.
“Giat monev ini sekaligus untuk memastikan proses pemasangan jembatan Bailey sementara, progresnya sampai di mana,” ujarnya.
Gus Haris memimpin rombongan dari Pendopo Kabupaten Probolinggo dengan mengendarai Vespa klasik. Ia didampingi Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf. Ribut Yudo Apriyantono, Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif, serta unsur Forkopimda dan komunitas Vespa.

Turut hadir Kepala Dinas PUPR Hengki Cahjo Saputra, Kalaksa BPBD Oemar Syarief, Camat Lumbang Budi Utomo, Forkopimka, serta Kepala Desa Negororejo.
Ia menegaskan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan unsur Forkopimda sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan pihak terkait lainnya.
Jembatan Bailey yang dipasang merupakan milik satuan Batalyon dan penggunaannya telah mendapat persetujuan dari Kodam.
Gus Haris menjelaskan, pembangunan jembatan permanen masih menunggu proses penganggaran karena membutuhkan biaya besar. Apalagi, kerusakan terjadi akibat bencana sehingga perlu tahapan administrasi dan teknis.
Meski demikian, ia memastikan akses tetap bisa digunakan sementara waktu. “Yang penting masih bisa dilewati oleh masyarakat, para wisatawan, terutama untuk ke Air Terjun Madakaripura,” kata dokter lulusan Unissula Semarang itu.
Namun, penggunaan jembatan Bailey dibatasi. Hanya kendaraan ringan seperti mobil pribadi yang diperbolehkan melintas. Kendaraan berat seperti truk belum diizinkan menggunakan jalur tersebut.
Ia menyebut, perbaikan permanen akan difokuskan pada pembangunan kembali struktur yang rusak, termasuk box culvert yang sebelumnya pecah hingga menyebabkan tanah ambles.
Menurut Gus Haris, keterlibatan Forkopimda dalam peninjauan menunjukkan komitmen bersama untuk mempercepat penanganan. Harapannya, jembatan segera bisa dimanfaatkan penuh sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.
“Sudah menjadi kewajiban kami untuk memastikan ini cepat selesai,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kondisi saat peninjauan yang diguyur hujan. Meski demikian, rombongan tetap melanjutkan perjalanan menggunakan Vespa bersama Forkopimda.
“Bukan karena kita pengen hujan-hujanan dan masa kecil kurang bahagia, karena memang kita kehujanan saja di jalan. Ya sudah, dinikmati saja,” ucap Gus Haris sembari tersenyum.
Dengan percepatan tersebut, pemerintah daerah berharap akses menuju kawasan Lumbang, termasuk jalur wisata, segera pulih dan roda perekonomian tetap bergerak.
Editor : Ryan Haryanto