get app
inews
Aa Text
Read Next : Penampakan Bus Double-Decker PO Karina Terbakar di Pamekasan

Titik Api Kembali Muncul di Gunung Butak Malang, Water Bombing Jadi Opsi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:12 WIB
header img
Gunung Butak kembali terbakar. Api muncul di titik lama, pemadaman darat terpaksa dihentikan. (Foto: iNews Malang/SS)

MALANG, iNewsMalang.id - Gunung Butak Malang kembali terbakar. Titik api muncul di lokasi yang sama dengan kebakaran sebelumnya, Jumat (4/9/2026), hanya tiga hari setelah api dinyatakan padam. Angin kencang dan medan terjal membuat petugas menghentikan pemadaman dari darat.

Api terpantau sekitar pukul 10.00 WIB di Petak 100 Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Pujon Selatan. Lokasi tersebut secara administratif berada di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Administratur Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko membenarkan kemunculan kembali titik api tersebut. Menurut dia, api berada di lokasi yang sama dengan kebakaran pada awal pekan.

“Api kembali menyala sekitar pukul 10.00 WIB di titik yang sama,” ujar Kelik.

Titik api bukan berada di jalur pendakian. Lokasinya berada di antara Pos 3 dan Pos 4, sekitar satu kilometer dari jalur pendakian Gunung Butak.

Petugas sempat bergerak melakukan pemadaman secara manual. Namun, kondisi lapangan berubah menjadi berbahaya setelah angin bertiup kencang. Upaya dari darat akhirnya dihentikan sekitar pukul 15.00 WIB.

“Pemadaman dari darat tidak memungkinkan karena membahayakan petugas,” tegas Kelik.

Perhutani selanjutnya melakukan pemetaan untuk menentukan penanganan berikutnya. Koordinasi dengan BPBD Kabupaten Malang juga disiapkan.

Helikopter water bombing menjadi salah satu opsi yang paling memungkinkan. Medan yang sulit dijangkau dari darat serta hembusan angin membuat pemadaman udara dinilai lebih efektif.

“Water bombing kemungkinan menjadi satu-satunya cara karena medan sulit dan angin kencang,” katanya.

Kebakaran sebelumnya di kawasan Gunung Butak terjadi Selasa (1/9/2026). Peristiwa tersebut diperkirakan berdampak pada sekitar 15 hektare kawasan hutan lindung. Vegetasi yang terbakar meliputi semak-semak dan pohon yang masih tumbuh.

Munculnya kembali titik api di lokasi yang sama menjadi perhatian Perhutani. Terlebih, kondisi angin masih menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut