Rekomendasi 6 Kampung Tematik di Kota Malang untuk Wisata Edukasi Anak
MALANG, iNewsMalang.id - Kota Malang punya banyak pilihan wisata edukasi yang cocok dikunjungi anak sekolah. Tak hanya tempat rekreasi, sejumlah kampung tematik menawarkan pengalaman belajar langsung, mulai membuat gerabah, mengenal budaya hingga mengolah tempe.
Setiap kampung memiliki keunikan yang dikembangkan dari potensi masyarakat setempat. Ada yang mengandalkan kerajinan, sejarah, budaya, lingkungan hingga industri rumahan.
Tak heran, sejumlah kampung tematik kerap menjadi tujuan kunjungan pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA hingga mahasiswa. Berikut enam kampung tematik di Kota Malang yang bisa menjadi pilihan wisata edukasi.

Kampung Gerabah Penanggungan di Kecamatan Klojen menawarkan wisata edukasi berbasis kerajinan. Pengunjung bisa melihat sekaligus mencoba proses pembuatan gerabah.
Anak-anak juga dapat menghias atau melukis gerabah hasil karya mereka sendiri. Aktivitas ini membuat kunjungan tak hanya menjadi rekreasi, tetapi juga mengenalkan proses pembuatan kerajinan secara langsung.
Wisata edukasi tersebut sekaligus menjadi salah satu cara mengenalkan industri gerabah yang telah berkembang selama puluhan tahun. Kampung ini juga pernah menggelar kegiatan bertema gerabah, salah satunya Festival Lempung Agung.

Kampung Budaya Polowijen di Kecamatan Blimbing menawarkan pengalaman berbeda. Kawasan ini dikenal lekat dengan sejarah dan kebudayaan lokal, termasuk kisah Ken Dedes.
Pengunjung bisa mengikuti berbagai aktivitas seni dan budaya. Di antaranya belajar tari topeng, membuat topeng hingga membatik.
Sejumlah festival budaya dan kuliner juga digelar pada momen tertentu. Beragam aktivitas tersebut membuat pelajar bisa mengenal tradisi lokal tidak hanya melalui cerita, tetapi juga praktik langsung.

Kampung Wisata Heritage Kajoetangan cocok dikunjungi untuk mengenal sisi lain Kota Malang. Kawasan ini menyimpan sejumlah bangunan kuno yang menghadirkan suasana Malang tempo dulu.
Lokasinya berada di kawasan pusat kota dan dapat diakses melalui Jalan Arif Rahman Hakim maupun Jalan Basuki Rahmat.
Pengunjung bisa menyusuri gang-gang kampung sembari melihat rumah kuno dan berbagai benda lawas. Sepeda, kendaraan klasik hingga beragam ornamen jadul menjadi bagian dari daya tarik kawasan tersebut.
Selain menikmati suasana kampung, wisatawan juga bisa mencicipi beragam kuliner yang tersedia di kawasan Kajoetangan.

Bagi yang ingin belajar soal lingkungan, Kampung 3G atau Glintung Go Green di Kelurahan Purwantoro bisa menjadi pilihan.
Kampung ini mengembangkan berbagai kegiatan berbasis lingkungan. Mulai penghijauan, urban farming, konservasi air hingga pengelolaan sampah.
Berbagai inovasi tersebut membuat Glintung kerap menjadi tujuan kunjungan pelajar maupun instansi. Pengunjung bisa mempelajari biopori, sumur injeksi, bank sampah hingga sejumlah inovasi lingkungan lainnya.
Kampung ini juga pernah meraih penghargaan Kalpataru pada 2018.

Sanan sudah lama dikenal sebagai salah satu sentra produksi tempe dan keripik tempe di Kota Malang. Ratusan perajin menjalankan usaha berbasis olahan kedelai di kawasan tersebut.
Produk yang dihasilkan tidak hanya keripik tempe. Warga juga mengembangkan berbagai olahan, seperti burger tempe, mendol, stik hingga nata de soya.
Wisatawan dapat melihat proses pengolahan kedelai hingga menjadi produk siap jual. Aktivitas tersebut bisa menjadi sarana bagi anak sekolah untuk mengenal proses produksi sekaligus kewirausahaan.

Kampung Keramik Dinoyo di Kecamatan Lowokwaru juga bisa menjadi pilihan wisata edukasi. Kawasan ini telah lama dikenal sebagai salah satu sentra industri keramik di Kota Malang.
Sejarah industri keramik di Dinoyo telah berlangsung puluhan tahun. Sentra keramik tersebut diresmikan Mohammad Hatta atau Bung Hatta pada 1957.
Beragam produk keramik diproduksi warga, mulai cendera mata hingga suvenir untuk berbagai kebutuhan.
Pengunjung tak hanya bisa melihat produk yang dijual. Sejumlah aktivitas juga memberikan kesempatan wisatawan untuk mencoba membuat atau menghias keramik sendiri.
Pengalaman tersebut menjadi daya tarik bagi anak-anak hingga mahasiswa yang ingin mengenal proses pembuatan kerajinan secara langsung.
Selain enam lokasi tersebut, Kota Malang masih memiliki sejumlah kampung tematik lainnya. Di antaranya Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi yang telah lebih dahulu dikenal wisatawan.
Beragam kampung itu menawarkan konsep wisata berbeda. Tak hanya menjadi tempat rekreasi, kawasan permukiman juga berkembang menjadi ruang belajar sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Editor: Ryan Haryanto