Dewa United Tak Harus Kuasai Bola untuk Menang, Arema FC Wajib Waspadai Jebakan Ini
Arema juga perlu mengganggu distribusi bola lawan sejak awal. Akurasi operan Dewa United yang mencapai 84,37 persen menunjukkan bahwa mereka cukup rapi dalam mengalirkan bola.
Namun, tekanan tidak cukup dilakukan dengan sekadar mengejar pemain yang sedang menguasai bola. Jalur umpan juga harus ditutup agar Dewa United kesulitan mengembangkan permainan.
Sebaliknya, ketika berhasil merebut bola, Arema perlu lebih cepat mengalirkan serangan ke area berbahaya. Momentum tersebut bisa dimanfaatkan sebelum pemain Dewa United kembali membentuk organisasi pertahanan.
Tentu, pendekatan itu membutuhkan koordinasi dan ketepatan pengambilan keputusan. Salah operan atau terlambat mengantisipasi pergerakan lawan justru berpotensi membuka peluang serangan balik.
Bagi Andre Caldas, tantangannya bukan sekadar membuat Arema lebih agresif. Pelatih asal Brasil tersebut juga perlu memastikan agresivitas tim tidak mengorbankan kedisiplinan bertahan.
Editor: Ryan Haryanto