“Kebetulan kami ada perwakilan di lebih dari 33 negara dalam bentuk atase perdagangan maupun Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang merupakan mitra kami,” tuturnya.
Saat ini Ayung Sportindo yang memproduksi berbagai jaket keselamatan telah mengekspor produknya ke sejumlah negara di Asia, Eropa, hingga Amerika Selatan. Pasarnya meliputi Taiwan, Hongkong, Filipina, Malaysia, Singapura, Rusia, hingga Kolombia.
“Jadi ini luar biasa sekali, bentuk nyata bahwasanya program dari lokal ke global atau UMKM Bisa Ekspor itu nyata dan berhasil. Dan semoga ini bisa menjadi inspirasi untuk pelaku usaha lainnya,” ungkap dia.
Owner Ayung Sportindo Arsul Tsani mengatakan, pelatihan yang diikutinya berlangsung selama enam bulan. Program tersebut tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik mulai dari mencari calon pembeli, bernegosiasi, memasarkan produk melalui platform internasional, hingga menghitung kebutuhan kontainer untuk ekspor.
“Pelatihannya berlangsung selama 6 bulan, di mana setiap bulannya ada kelas intensif selama 3 hari. Pelatihannya dilaksanakan secara intensif dari pukul 08.00 pagi sampai 18.00 WIB selama 6 bulan. Menurut saya, program ECP (Export Coaching Program) ini adalah salah satu program pelatihan ekspor yang paling lengkap,” ujar Arsul Tsani.
Dampaknya, nilai ekspor Ayung Sportindo meningkat signifikan. Jika pada 2024 nilai ekspornya sekitar Rp 97 juta per tahun, setelah mengikuti pelatihan pada 2025 nilainya melonjak menjadi lebih dari Rp 200 juta.
“Setelah ikut pelatihan di tahun 2025, kami mengalami peningkatan sebesar 100 persen atau dua kali lipat, menjadi Rp 200 juta lebih,” pungkasnya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
