Belum Terkendali, Kebakaran Lereng Semeru Sudah Hanguskan 600 Hektare

Tim iNews
Karhutla lereng Semeru meluas. Sekitar 600 hektare hutan dan sabana terbakar hingga hari keenam. (Foto: iNews Malang/Tim iNews)

LUMAJANG, iNewsMalang.id - Kebakaran di lereng Gunung Semeru belum juga terkendali. Memasuki hari keenam, api justru terus merambat ke sejumlah kawasan. Sekitar 600 hektare hutan dan sabana di jalur pendakian kini terdampak karhutla.

Masalahnya, petugas tak lagi punya dukungan pemadaman dari udara. Dua helikopter yang sebelumnya dikerahkan untuk water bombing ditarik ke Kalimantan sejak 29 Agustus. Armada tersebut dialihkan untuk membantu menangani karhutla di wilayah itu.

Akibatnya, petugas di lereng Semeru kini harus mengandalkan penanganan dari darat. Itu pun tidak mudah. Medan yang curam membuat sejumlah titik api belum bisa dijangkau.

Kalaksa BPBD Lumajang Is Nugroho mengatakan, pergerakan api sudah mengarah ke sejumlah kawasan. Dari Kali Mati, api bergeser menuju Gunung Kolong hingga pertigaan Trisula yang mengarah ke Malang.

“Titik api semakin meluas. Jadi mengarah ke Kali Mati lalu bergeser ke Gunung Kolong lalu ke pertigaan Trisula mengarah ke Malang,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Petugas tidak bisa banyak berharap pada pemadaman dengan teknologi. Untuk sementara, mereka memilih mengawasi pergerakan api sekaligus membuat sekat agar kobaran tidak turun ke lahan pertanian dan permukiman.

“Kita tidak bisa melakukan pemadaman secara teknologi, jadi kawan-kawan hanya memantau dan membuat sekat agar tidak memasuki kawasan permukiman dan lahan pertanian,” katanya.

Water bombing pun belum kembali dilakukan. “Tidak ada kegiatan water bombing sebab semua heli sejak 29 Agustus direposisikan ke Kalimantan,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan itu, petugas memperkuat sekat bakar di titik-titik yang berpotensi menjadi jalur rambatan api. Fokusnya satu: jangan sampai kobaran turun ke area pertanian dan permukiman warga.

Sementara itu, kebakaran terus mengancam kawasan hutan dan sabana di jalur pendakian Semeru. Petugas masih memantau pergerakan api sambil menunggu kemungkinan dukungan pemadaman udara kembali tersedia.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network