Garudayaksa FC jauh lebih mengancam. Dari 13 percobaan, delapan di antaranya mengarah ke gawang.
Artinya, sekitar 61,5 persen tembakan tuan rumah tepat sasaran. Sedangkan Arema hanya 45,5 persen.
Selisih itu memperlihatkan serangan Garudayaksa lebih terarah. Singo Edan masih harus memperbaiki akurasi dan penyelesaian akhir.
Asyik Mengejar Gol, Pertahanan Terbuka
Tertinggal pada babak pertama membuat Arema FC harus meningkatkan intensitas serangan. Namun, upaya mengejar gol belum membuahkan hasil.
Justru Garudayaksa FC kembali mencetak gol pada menit ke-63 dan ke-70.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
