Terlepas dari ketidaksesuaian tersebut, statistik memperlihatkan persoalan yang harus dibenahi Arema FC. Singo Edan unggul penguasaan bola hingga 53 persen. Mereka juga membukukan 469 umpan sukses dan tujuh tendangan sudut.
Namun, dominasi itu tak banyak membantu. Dari 11 percobaan, hanya lima tembakan Arema yang mengarah ke gawang. Sebaliknya, Garudayaksa FC mencatatkan delapan tembakan tepat sasaran dari 13 percobaan.
Ada lima catatan yang menjadi pekerjaan rumah Singo Edan setelah laga tersebut.
Unggul Cepat, Lengah di Belakang
Gol cepat Matheus semestinya menjadi modal berharga. Sayangnya, Arema FC gagal menjaga keunggulan.
Dua gol Garudayaksa FC dalam rentang menit ke-34 hingga ke-36 menjadi bukti rapuhnya pertahanan Singo Edan. Hanya butuh dua menit bagi tuan rumah untuk membalikkan keadaan.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
