Dari sesi mentoring, dia mendapat masukan agar tidak hanya berfokus pada latar belakang karakter. Pengembangan cerita dan potensi karakter untuk karya berikutnya juga perlu dipikirkan.
“Saya lebih banyak menceritakan sejarah bagaimana karakter itu dibuat, bukan bagaimana pengembangannya ke depan. Itu salah satu masukan dari Nicole West,” ujarnya.
Pengalaman serupa dirasakan Hanna Julita, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) asal Malang. Dia mendapat wawasan mengenai cara mengembangkan IP agar tidak berhenti sebagai karya animasi, tetapi juga menghasilkan keuntungan.
“Saya mendapat masukan dari Nicole West tentang cara mengembangkan dan memonetisasi IP agar bisa menghasilkan keuntungan. Salah satunya melalui pengembangan merchandise,” kata Hanna.
Sementara itu, Nicole West menilai animator Malang memiliki potensi besar untuk bersaing di industri kreatif internasional. Penilaian tersebut muncul setelah dia melihat karya peserta dan berdiskusi langsung dengan sejumlah animator.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
