Panen Raya di Malang, Rendemen Tebu Jadi Kunci Swasembada Gula
MALANG, iNewsMalang.id – Rendemen tebu yang masih rendah menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam mengejar swasembada gula nasional. Saat ini, rata-rata rendemen tebu di Indonesia baru menyentuh angka 7 persen, jauh di bawah negara-negara produsen gula yang telah mencapai 12 hingga 13 persen.
Persoalan itu menjadi perhatian Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat menghadiri panen raya tebu di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (16/7/2026). Menurutnya, kenaikan rendemen akan langsung berdampak pada pendapatan petani sekaligus memperkuat produksi gula nasional.
“Paling tidak kalau kita meningkat secara bertahap, mungkin di angka 8, kemudian naik ke 10. Itu tentu menjadi sangat optimal kita membangun swasembada gula, swasembada tanpa kesejahteraan petani itu akan susah kita bangun. Tetapi begitu kesejahteraan petani kita bangun, Insya Allah swasembada akan mengiringinya,” ujar Hanif.
Dia menegaskan, peningkatan kesejahteraan petani menjadi syarat utama menjaga keberlanjutan budidaya tebu. Jika usaha tani menguntungkan, generasi muda diyakini akan kembali tertarik mengelola lahan tebu.
Hanif mengatakan, pemerintah menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2026. Target itu menyusul capaian peningkatan produksi padi dan jagung yang lebih dulu didorong pemerintah.
Editor : Ryan Haryanto