Panen Raya di Malang, Rendemen Tebu Jadi Kunci Swasembada Gula
“Sejatinya kalau dikonversi menjadi gula tebu ini ada satu tenaga kerja, sehingga kalau kita tadi impor hampir 5 atau 4 juta ton gula rafinasi, maka hampir ada 1 juta lebih tenaga kerja yang harusnya bisa diciptakan,” ungkapnya.
Hanif menambahkan, upaya mencapai swasembada tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Pemerintah akan memperkuat infrastruktur pertanian, teknologi budidaya, hingga kolaborasi dengan petani dan pabrik gula agar produktivitas terus meningkat.
“Sehingga dengan demikian, tingkat kesejahteraan itu tidak jatuh ke luar, tetapi kembali ke masyarakat kita.,” tuturnya.
Di lapangan, petani masih menghadapi persoalan teknis. Muhammad Muqoddas, petani tebu asal Gondanglegi, mengatakan pasokan air menjadi kendala utama yang memengaruhi kualitas tanaman. Teknologi budidaya juga masih terbatas.
“Airnya harus terbagi dengan tanaman lain seperti jagung dan padi. Kalau untuk teknologi di sini belum ada. Iya, kalau untuk bongkar ratun (kepras akar) ada, itu menggunakan traktor,” katanya.
Editor : Ryan Haryanto