get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemprov Jatim Resmikan President Suites di RSSA Malang, Tarif Mulai Rp1 Juta per Malam

Panen Raya di Malang, Rendemen Tebu Jadi Kunci Swasembada Gula

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:05 WIB
header img
Panen raya tebu di Malang, rendemen jadi kunci menuju swasembada gula nasional. (Foto: iNews Malang/Avirista Midaada)

“Ada swasembada pangan, meliputi padi, jagung, dan salah satunya gula. Gula ini telah dicanangkan tahun 2026 ini semestinya swasembada untuk gula konsumsi masyarakat atau gula kering putih,” katanya.

Saat ini, konsumsi gula rumah tangga mencapai sekitar 2,8 juta ton per tahun. Sementara industri makanan, minuman, dan farmasi membutuhkan sekitar 3,9 juta ton. Total kebutuhan gula nasional mencapai 6,7 juta ton setiap tahun.

Namun, sekitar 3,5 juta ton di antaranya masih dipenuhi melalui impor, terutama gula rafinasi untuk kebutuhan industri. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah memperkirakan dibutuhkan tambahan lahan tebu hingga sekitar 700 ribu hektare.

“Memang tidak mudah kemudian kita melakukan swasembada nasional, karena hitung-hitungan dari teman-teman di bidang pangan, kita memerlukan hampir tambahan 700.000 hektar,” jelasnya.

Selain mengejar produksi, pemerintah juga menilai pengurangan impor gula akan membuka lapangan kerja baru di sektor perkebunan dan industri gula.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut