Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Riang Gembira Belajar Pilah Sampah, Intip Keseruan Program Bergema Edukama di Kota Malang
Advertisement . Scroll to see content

Apa Itu Self-Diagnosis? Psikolog UM Jelaskan Bahaya Diagnosis Mandiri

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:24 WIB
  • author Ryan Haryanto
Apa Itu Self-Diagnosis? Psikolog UM Jelaskan Bahaya Diagnosis Mandiri
Psikolog UM Noventia Sekar Pratiwi mengingatkan bahaya diagnosis mandiri gangguan mental dari konten medsos. (Foto:: Diolah iNews Malang)

Kapan Perlu Berkonsultasi?

Masyarakat tetap bisa memanfaatkan media sosial untuk mempelajari kesehatan mental. Namun, informasi yang diperoleh perlu disikapi secara kritis.

Periksa kredibilitas sumber dan jangan langsung menyimpulkan diagnosis hanya karena beberapa gejala terasa sesuai. Perhatikan pula apakah keluhan muncul sesekali atau berlangsung terus-menerus hingga mengganggu kuliah, pekerjaan, hubungan, maupun aktivitas sehari-hari.

Jika keluhan menetap, menimbulkan penderitaan yang berarti, atau menghambat aktivitas, berkonsultasi dengan psikolog klinis atau psikiater dapat membantu memahami kondisi dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Kesadaran terhadap kesehatan mental bukan tentang menemukan label sebanyak-banyaknya. Hal yang lebih penting ialah memahami pengalaman diri secara tepat, mengurangi stigma, dan mencari pertolongan ketika diperlukan.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut